Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mengapa Ekspektasi Gaji Selalu Ditanyakan ketika Wawancara Kerja?

📅 Jumat, 17 Mar 2023, 16:04 WIB | Oleh:
Mengapa Ekspektasi Gaji Selalu Ditanyakan ketika Wawancara Kerja? Doc: Freepik
Ket. Ilustrasi.

Ekspektasi gaji menjadi salah satu topik krusial yang kerap ditanyakan perekrut kepada pelamar kerja dan meski terlihat sederhadan, pertanyaan ini bisa menyulitkan para kandidat.

Salah menjawab pertanyaan "berapa ekspektasi gaji Anda?", mungkin bisa membuat Anda kehilangan tawaran atas posisi yang Anda lamar atau parahnya, Anda bisa dibayar lebih rendah dari yang seharusnya.

Pertanyaan "berapa ekspektasi gaji Anda?" bisa ditanyakan dalam berbagai titik dalam proses seleksi kerja. Anda mungkin diminta memberikan ekspektasi gaji pada formulir aplikasi ketika melamar posisi tersebut, dalam wawancara kerja, atau bahkan dalam negosiasi terpisah.

Dalam beberapa kasus, ditanya tentang ekspektasi gaji adalah hal yang bagus karena menunjukkan bahwa perusahaan berminat untuk mempekerjakan Anda untuk posisi yang dilamar.

Namun pada sisi lain, pertanyaan ini juga bisa menjadi bumerang ketika Anda tidak memiliki jawaban atau jawaban yang Anda berikan tidak logis. Atas dasar itu, Anda perlu menjawab pertanyaan ini dengan kisaran gaji yang tidak berlebihan, juga tidak kurang.

Sebelum mencari tahu mengenai kisaran gaji yang Anda inginkan, penting untuk mengetahui mengapa semua perusahaan bertanya mengenai hal ini.

Berikut tiga alasan mengapa pewawancara ingin mengetahui ekspektasi gaji Anda?

1. Menyesuaikan anggaran

Umumnya, pewawancara mengajukan pertanyaan ini untuk mengetahui apakah ekspektasi gaji Anda sesuai dengan anggaran yang ditetapkan perusahaan untuk posisi tersebut.

2. Mengetahui sejauh mana Anda menghargai diri

Selain itu, mereka mungkin juga menanyakan hal ini kepada Anda untuk melihat seberapa besar Anda menghargai diri sendiri dan pekerjaan Anda. Kandidat yang baik akan mengetahui nilai keahlian mereka di pasar dan dapat membagikannya dengan percaya diri. Untuk menentukan nilai pasar Anda yang sesuai, pertimbangkan tingkat karier Anda, pengalaman bertahun-tahun, dan pencapaian karier.

3. Mengetahui tingkat pengalaman Anda

Dalam beberapa kasus, ekspektasi gaji yang tinggi dari kandidat lain menunjukkan bahwa Anda mungkin terlalu senior untuk peran tersebut. Sebaliknya, ekspektasi gaji yang rendah dapat menunjukkan bahwa Anda berada pada tingkat pengalaman yang lebih rendah daripada yang dibutuhkan oleh pekerjaan itu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Jakarta Merintis Diri Menjadi Hub Ekonomi Kreatif

25 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Merintis Diri Menja...
Daerah
Mau Tahu Alasan Dedi Mulyad...
Ekonomi
GoPay Permudah Masyarakat I...
Megapolitan
Waoooww….Warga Bandung ak...
Luar Negeri
Gempa Tibet Tewaskan 16 Ora...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.