Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Aktivitas Gunung Semeru Masih Terjadi

📅 Senin, 13 Mar 2023, 23:54 WIB | Oleh:
Aktivitas Gunung Semeru Masih Terjadi Doc: ANTARA/HO-PVMBG
Ket. Gunung Semeru yang terpantau dari Pos Pengamatan di Gunung Sawur, Kabupaten Lumajang, Senin (13/3).

LUMAJANG - Aktivitas Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) yang berada di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, didominasi gempa erupsi/letusan pada Senin.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Yadi Yuliandi di Gunung Sawur Lumajang dalam laporan tertulisnya menyebutkan aktivitas Semeru pada 13 Maret 2023 periode 00.00-06.00 WIB tercatat mengalami 21 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 15-22 mm, dan lama gempa 65-104 detik.

"Selain itu juga tercatat mengalami satu kali gempa vulkanik dalam dengan amplitudo 27 mm dan dua kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 24-26 mm," katanya di Lumajang.

Untuk pengamatan secara visual, kata dia, Gunung Semeru terlihat jelas, asap kawah tidak teramati, cuaca cerah, angin lemah ke arah utara.

Sedangkan pada pukul 06.00-12.00 WIB terekam dalam seismograf terjadi 20 kali gempa letusan dengan amplitudo 20-22 mm, dan lama gempa 75-110 detik.

Gempa letusan sebanyak 23 kali dengan amplitudo 11-23 mm juga terjadi pada pukul 12.00-18.00 WIB, kemudian dua kali gempa hembusan dengan amplitudo 4-7 mm dan dua kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 10-38 mm.

"Gunung Semeru masih pada level III atau Siaga, sehingga masyarakat harus mematuhi rekomendasi yang sudah ditetapkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG)," katanya.

Ia menjelaskan masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).

Di luar jarak tersebut, masyarakat juga tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

Masyarakat diimbau tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

Selain itu, masyarakat juga diimbau mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru.

"Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," katanya.*

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.