Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Aktivis Iklim Greta Thunberg Hapus Cuitan tentang 'Hari Kiamat'

📅 Senin, 13 Mar 2023, 15:02 WIB | Oleh:
Aktivis Iklim Greta Thunberg Hapus Cuitan tentang 'Hari Kiamat' Doc: RT/AP/Jon Super
Ket. Aktivis iklim asal Swedia Greta Thunberg berbicara di panggung demonstrasi di Glasgow, Skotlandia, 5 November 2021

JAKARTA - Aktivis iklim asal Swedia Greta Thunberg telah menghapus cuitan tahun 2018 di akun Twitternya di mana dia memperingatkan bahwa perubahan iklim "akan memusnahkan seluruh umat manusia" kecuali bahan bakar fosil dihapuskan pada tahun 2023.

Dilansir RT, Thunberg dalam cuitannya mengutip seorang "ilmuwan iklim ternama" yang mengatakan bahwa "perubahan iklim akan memusnahkan seluruh umat manusia kecuali kita berhenti menggunakan bahan bakar fosil selama lima tahun ke depan".

Tidak jelas kapan Thunberg menghapus cuitan itu, namun aksi hapus cuitan pertama kali diperhatikan oleh pakar konservatif AS Jack Posobiec pada hari Sabtu.Situs web yang ditautkan dengan cuitannya sudah tidak ada lagi.

Thunberg sendiri tidak membalas Posobiec. Sejumlah komentator sayap kanan menimpali untuk mengingatkannya bahwa dunia, faktanya, masih ada.

""Greta Thunberg menghapus tweet ini karena mengekspos dia sebagai penipu," cuit aktivis konservatif AS Brigitte Gabriel. "Pasikan seluruh dunia melihatnya."

Thunberg mungkin tidak memprediksi Hari Kiamat pada tahun 2023. Seperti yang ditunjukkan beberapa komentator, dia mungkin mengklaim umat manusia menghadapi kepunahan pada titik yang belum ditentukan di masa depan jika bahan bakar fosil tidak dihilangkan pada tahun ini.

Juru kampanye Swedia itu membuat prediksi serupa sebelumnya.Dalam pidato 2019 di PBB, dia mengklaim, "reaksi berantai yang tidak dapat diubah di luar kendali manusia: akan terjadi kecuali emisi karbon dapat dikurangi lebih dari 50 persen pada 2030.

Berbicara di Forum Ekonomi Dunia di Davos setahun kemudian, dia menyatakan umat manusia memiliki delapan tahun untuk "sepenuhnya melepaskan diri dari bahan bakar fosil".

Aktivis lingkungan muda ini memiliki sejarah panjang terkait prediksi hari kiamat.Para ilmuwan memperingatkan di awal abad ke-20 bahwa pendinginan global akan membuat sebagian besar Amerika Utara tidak dapat dihuni. Sementara ahli biologi Paul Ehrlich mengklaim pada tahun 1970-an bahwa kenaikan suhu akan menyebabkan kelaparan massal di Inggris pada tahun 2000.

Dalam 'An Inconvenient Truth' dari tahun 2006, mantan Wakil Presiden AS Al Gore menyatakan mencairnya es di kutub akan menyebabkan ratusan juta orang menjadi pengungsi pada 2013. Ketika prediksinya tampaknya tidak akan terwujud, kantornya menyebut tanggal tersebut "rata-rata".

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Kemenbud Targetkan 7.000 Ca...
Megapolitan
DPRD dan Pemkot Bogor Berha...
Ekonomi
Menkeu Suahasil Lantik 5 Pe...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.