Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kementan Implementasikan Biosaka di Tanaman Pangan Kurangi Kebergantungan Pupuk Kimia

📅 Minggu, 12 Mar 2023, 18:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kementan Implementasikan Biosaka di Tanaman Pangan Kurangi Kebergantungan Pupuk Kimia Doc: ANTARA/Hery Sidik
Ket. Lahan pertanian di wilayah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta yang menerapkan biosaka.

BANTUL - Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong petani di seluruh Indonesia memerapkan biosaka dalam budidaya tanaman pangan. Langkah itu sebagai upaya mengefisienkan penggunaan pupuk dan pestisida kimia.

Direktur Perbenihan Tanaman Pangan Dirjen Tanaman Pangan, Kementan, Yudi Sastro di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (11/3), mengatakan, Bantul salah satu daerah yang sudah menerapkan biosaka cukup masif dengan luasan kurang lebih 400 hektare.

"Dan ini perlu kita masifkan, sehingga nanti bisa diterapkan di seluruh Indonesia, tujuannya adalah dengan aplikasi biosaka ini kita bisa meningkatkan produktivitas tanaman, mengefisienkan penggunaan pupuk dan pestisida kimia. Jadi untuk menjawab isu isu saat ini," katanya.

Menurut dia, penerapan biosaka atau bahan dari larutan tumbuhan atau rerumputan untuk melindungi tanaman dari serangan hama dan penyakit sudah diaplikasikan di seluruh Indonesia, akan tetapi baru di wilayah Bantul yang sudah mengaplikasikan dengan luasan cukup besar.

"Sehingga wajar kita gaungkan mulai dari Bantul, sebenarnya biosaka pertama kali diaplikasikan di Blitar, Jawa Timur, tetapi sekarang kalau total yang sudah melaporkan luasan cukup besar itu justru di Bantul," katanya.

Menurut dia, tanaman padi di wilayah Bantul dengan penerapan biosaka tersebut rencananya akan dipanen dalam waktu dekat bersama Kementerian Pertanian, sebagai bentuk apresiasi pemerintah kepada petani yang telah menerapkan inovasi pertanian itu.

"Harapannya ini nanti bisa berdampak di daerah daerah lain, kalau penerapan sejak dua tahun terakhir kita mulai kenalkan itu dari Blitar, jadi sebenarnya ini inovasi dari petani, dan ini bagus, dan ini menjawab isu nasional sehingga Dirjen Tanaman Pangan sangat mendukung ini untuk diaplikasikan di seluruh Indonesia," katanya.

Dia juga mengatakan, dari beberapa daerah yang sudah menerapkan biosaka pada taman padi, ada catatan-catatan dan laporan-laporan bahwa bisa menurunkan penggunaan pupuk kimia, kemudian menurunkan pestisida kimia dan mempertahankan produktivitas panen.

"Kan kita tahu isunya adalah pupuk mahal, pupuk langka, pestisida kimia mahal, kemudian kita jenuh dengan penggunaan kimia tanpa diimbangi dengan aplikasi senyawa lain atau organik atau alami. Sehingga ini bisa diaplikasikan petani tanpa menggunakan biaya, atau bahan-bahan mahal," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

53 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

56 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.