2 Warga Amerika Diitangkap, Diduga Mengirim Teknologi Penerbangan ke Rusia

Minggu, 12 Mar 2023, 15:54 WIB

Dua orang Amerika ditangkap di Kansas City pada hari Kamis. Kedua orang itu ditangkap atas dugaan skema untuk mengirim teknologi terkait penerbangan ke Rusia yang melanggar kontrol ekspor Amerika Serikat.

Ket. Foto: — Sumber: Istimewa

Dua warga negara yang tertangkap itu adalah Cyril Buyanovsky, 59, dan Douglas Robertson, 55, mereka dituduh bersekongkol untuk menghindari undang-undang ekspor Amerika Serikat dengan menjual avionik kepada pelanggan di seluruh dunia yang mengoperasikan pesawat buatan Rusia.

Informasi tersebut menurut dakwaan yang dibuka di Pengadilan Distrik Amerika Serikat di Kansas.

Pasangan tersebut memperbaiki dan mengirimkan teknologi dari perusahaan mereka, KanRus Trading Company, mengirimkan informasi ekspor palsu, seperti faktur palsu yang menunjukkan Jerman sebagai tujuan akhir untuk peralatan yang diperbaiki dengan stiker untuk Layanan Keamanan Federal Rusia (FSB).

Pada 28 Februari 2022, setelah otoritas AS menahan pengiriman avionik, Departemen Perdagangan AS memberi tahu orang-orang tersebut bahwa mereka memerlukan lisensi untuk mengekspor peralatan tersebut, kata Departemen Kehakiman dalam sebuah pernyataan.

Pada bulan Mei, Juni, dan Juli, mereka mengirimkan barang elektronik secara ilegal melalui Armenia dan Siprus.

Para terdakwa didakwa melakukan konspirasi, mengekspor barang-barang yang dikontrol tanpa izin, memalsukan dan gagal mengajukan informasi ekspor, dan menyelundupkan barang yang bertentangan dengan undang-undang AS. Jika terbukti bersalah, mereka menghadapi hukuman 20 tahun penjara untuk setiap tuduhan penyelundupan.

Buyonovsky dan Robinson tidak dapat segera dihubungi untuk memberikan komentar. Avionik mencakup komunikasi, navigasi, kontrol penerbangan, dan sistem deteksi ancaman yang dipasang di pesawat terbang.

Pejabat Perdagangan Amerika Serikat Matthew Axelrod mengungkapkan penangkapan tersebut sebelumnya pada hari Kamis di acara American Bar Association di Miami.

Amerika Serikat memberlakukan pembatasan tambahan pada avionik setelah Rusia menginvasi Ukraina tahun lalu, bersama dengan kontrol pada barang lain yang menargetkan sektor pertahanan, kedirgantaraan, dan maritim Rusia.

Kontrol kemudian diperluas untuk mencakup penyulingan minyak Rusia, sektor industri dan komersial, dan barang-barang mewah.

Redaktur: Fiter Bagus

Penulis: Mafani Fidesya

Berita Terbaru

Xabi Alonso Yakin Cole Palmer Tampil Menawan Bersama Chelsea Jelang Laga Lawan Fulham

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.