Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Berita Gembira di Tengah Ancanan Gagal Bayar, Argentina Swap Utang Domestik 21,7 Miliar Dollar AS

📅 Sabtu, 11 Mar 2023, 01:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Berita Gembira di Tengah Ancanan Gagal Bayar, Argentina Swap Utang Domestik 21,7 Miliar Dollar AS Doc: ANTARA/REUTERS/Agustin Marcarian
Ket. Ilustrasi - Uang seratus peso Argentina.

Buenos Aires - Berita gembira di tengah ancanan gagal bayar. Argentina telah melakukan swap (menukar) 4,34 triliun peso (21,66 miliar dolar AS) utang dalam negeri, berjumlah sekitar 64 persen dari pinjaman yang akan jatuh tempo hingga Juni dan membantu meredakan ketakutan jangka pendek akan gagal bayar ketika ekonomi goyah di bawah tekanan dari kekeringan yang menghancurkan.

Swap atau menukar utang lama dengan obligasi baru yang jatuh tempo pada 2024 dan 2025, menurut pernyataan kementerian ekonomi Kamis (9/3).

"Dengan cara ini, ketidakpastian tentang jatuh tempo utang dalam beberapa bulan mendatang dibersihkan, membantu menjaga kesinambungan utang Departemen Keuangan," kata kementerian tersebut.

Argentina awalnya berharap untuk menukar sekitar setengah dari total utangnya, kata seorang sumber resmi kepada Reuters dengan syarat anonimitas awal pekan ini.

"Antara bank, asuransi dan perusahaan, volume (pertukaran) akan antara 3 hingga 3,5 triliun peso (sekitar 17 miliar dolar AS)," kata mereka, menambahkan bahwa menukar "apa pun di atas 50 persen sudah akan menjadi pencapaian yang luar biasa."

Swap pertama kali diumumkan Senin (6/3), mendorong lembaga pemeringkat global S&P untuk memangkas peringkat mata uang lokal Argentina menjadi 'SD/SD'(selective default)dari 'CCC-/C' Kamis (9/3/2023). S&P juga menurunkan peringkat nasional Argentina menjadi 'SD' dari 'raCCC+'.

Saham dan obligasi Argentina juga jatuh pada Kamis (9/3), karena dana investasi berbondong-bondong keluar menyusul berita swap utang yang bertujuan untuk meredakan ketidakpastian pasar di tahun pemilu dan di tengah ekonomi yang mandek.

Meskipun swap utang secara teknis bersifat sukarela dan bukan restrukturisasi paksa, agensi - dan juga pasar - tampaknya masih melihatnya sebagai peristiwa yang menyedihkan. Ini adalah swap obligasi ketiga Argentina sejak Agustus 2022.

Argentina juga masih memiliki utang lokal sekitar 170 miliar dolar AS yang harus dibayar, mengingat swap hanya menunda tenggat waktu pembayaran.

Sementara itu, kekeringan bersejarah di Argentina telah menekan ekonomi, yang sudah berjuang melawan tingkat inflasi tahunan yang diperkirakan sekitar 100 persen.

Menteri Ekonomi Sergio Massa baru-baru ini menggambarkan swap itu sebagai "memberikan prediktabilitas" ke pasar untuk meningkatkan akses ke kredit.

Oposisi yang dipimpin oleh koalisi "Juntos por el Cambio" mengkritik langkah terbaru karena jatuh tempo baru perlu ditangani oleh pemerintah yang akan datang setelah pemilihan Oktober.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.