Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Terjerat Kasus Korupsi, Mantan PM Malaysia Muhyiddin Mengaku Tak Bersalah

📅 Jumat, 10 Mar 2023, 09:39 WIB | Oleh:
Terjerat Kasus Korupsi, Mantan PM Malaysia Muhyiddin Mengaku Tak Bersalah Doc: AP
Ket. Mantan Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin tiba di gedung pengadilan untuk kasus korupsi di Kuala Lumpur 10 Maret 2023.

KUALA LUMPUR - Mantan Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin pada Jumat (10/3) dituntut dengan penyalahgunaan kekuasaan dan pencucian uang atas proyek-proyek yang diluncurkan di masa kepemimpinannya. Tuduhan yang menurutnya bermotivasi politik.

Tuduhan itu datang tiga bulan setelah Muhyiddin kalah dalam pemilihan umum yang memecah belah, dan kemungkinan akan meningkatkan ketegangan politik di Malaysia.

Mengutip Freshnewsasia, Muhyuddin menjadi pemimpin Malaysia kedua yang didakwa melakukan kejahatan setelah kehilangan kekuasaan. Muhyuddin memimpin Malaysia selama 17 bulan antara 2020 dan 2021.

Di pengadilan Kuala Lumpur, Muhyiddin didakwa dengan empat dakwaan penyalahgunaan kekuasaan yang melibatkan 232,5 juta ringgit ($51,40 juta), dan dua dakwaan pencucian uang yang melibatkan 195 juta ringgit.

Muhyiddin mengaku tidak bersalah atas enam dakwaan dan sebelumnya mengatakan dakwaan itu adalah "penganiayaan politik" terhadap oposisi.

Mantan perdana menteri itu akan menghadapi hukuman 15 tahun penjara jika terbukti bersalah atas tuduhan pencucian uang, dan hingga 20 tahun untuk tuduhan penyalahgunaan kekuasaan.

Dia juga akan dikenakan sanksi keuangan yang berat.

Muhyiddin diberikan jaminan oleh hakim dan diminta menyerahkan paspornya.

Perdana Menteri Anwar Ibrahim mengatakan tidak ikut campur dalam penyelidikan korupsi yang melibatkan Muhyiddin dan menyerahkannya kepada lembaga penegak hukum.

Segera setelah menang pemilu pada November, Anwar mengatakan akan meluncurkan peninjauan proyek pemerintah senilai miliaran dolar yang disetujui Muhyiddin, termasuk program bantuan Covid-19, dengan tuduhan tidak mengikuti prosedur yang tepat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

47 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

57 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.