Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Upaya Perangi Terorisme, NATO Sambut Baik UU Anti Teror Swedia yang Baru

📅 Kamis, 09 Mar 2023, 00:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Upaya Perangi Terorisme, NATO Sambut Baik UU Anti Teror Swedia yang Baru Doc: ANTARA/HO-Reuters- Murat Cetinmuhurdar/Kantor Pers
Ket. Presiden Turki Tayyip Erdogan (kanan) bertemu dengan Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg, di Ankara, Turki, Kamis (16/2/2023).

Jenewa - Upaya perangi terorisme. Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Jens Stoltenberg pada Selasa menyambut baik UU Anti Teror baru Swedia yang mencakup PKK, menggambarkan hal tersebut sebagai langkah maju negara itu dalam memerangi terorisme.

"Turki memiliki masalah legitimasi keamanan dan saya menyambut baik bahwa Swedia melangkah maju dalam perang melawan terorisme, yang mencakup PKK dengan mengeluarkan UU teroris baru dan memperkuat kerjasama kontra terorisme dengan Ankara," ujar Stoltenberg dalam konferensi bersama dengan Perdana Menteri Swedia Ulf Kristersson.

Ia juga menyambut baik Swedia yang memastikan tidak ada batasan dalam ekspor senjata ke Turki.

Sekjen NATO tersebut mengatakan dirinya dan Kristersson sedang membahas finalisasi masuknya Swedia dan Finlandia sebagai anggota NATO, seraya menambahkan bahwa masalah tersebut menjadi prioritas tinggi dan saat ini mengalami kemajuan.

Stoltenberg juga merasa senang bahwa Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan setuju melanjutkan negosiasi, mengacu pada pertemuan trilateral pada Kamis mendatang di Brussel, dimana ketiga negara akan membahas apakah persyaratan berdasarkan trilateral memorandum dapat terpenuhi atau tidak.

Hal yang juga menggembirakan menurut Stoltenberg adalah parlemen Hongaria mulai membahas ratifikasi usulan Swedia dan Finlandia sebagai anggota NATO, seraya menambahkan ia telah mengantisipasi bahwa prosedur tersebut akan segera selesai.

Sementara itu Kristersson mengatakan bahwa dalam beberapa minggu ke depan Swedia akan sepenuhnya siap untuk bergabung dengan NATO setelah ratifikasi oleh Turki dan Hongaria, yang berarti Swedia akan berada dalam kecepatan sama dengan Finlandia.

Dia juga mengatakan di Brussels bahwa Swedia akan menunjukkan detail langkah yang dilakukan sejak pertemuan Madrid.

Juni tahun lalu, Turki dan dua negara Nordik menandatangani memorandum pada KTT NATO di Madrid untuk mengatasi masalah keamanan legitimasi Ankara yang membuka jalan bagi keanggotaan mereka di persekutuan.

Memorandum tersebut mengatasi masalah Turki, termasuk ekspor senjata dan perang melawan terorisme.

Hanya Hongaria dan Turki yang belum meratifikasi permintaan Swedia dan Finlandia untuk menjadi anggota NATO

UU anti teror baru Swedia akan menargetkan keuangan, bantuan dan penyebaran kelompok teroris. Melakukan perjalanan ke luar negeri untuk bergabung atau membantu kelompok teroris akan dikenakan sanksi saat UU tersebut berlaku.

Ankara telah meminta Stockholm untuk melakukan langkah nyata memerangi kelompok teroris PKK dan Organisasi Teroris Fethullah (FETO), kelompok yang menjadi dalang upaya kudeta 2016 di Turki yang gagal.

Sweden kemudian meloloskan UU anti teror akhir November, berharap Ankara akan menyetujui permohonan Stockholm untuk bergabung dengan NATO.

Namun Turki mengatakan bahwa UU yang disetujui tidak cukup baik dan tidak banyak yang telah dilakukan Swedia untuk menghentikan aktivitas kelompok teroris.

Karena Turki tidak puas dengan pendekatan Swedia yang tidak jelas, Ankara menunda pertemuan trilateral dengan Swedia dan Finlandia mengenai permohonan kedua negara Nordik tersebut untuk menjadi anggota NATO.

Alasan lain adalah otoritas Swedia mengizinkan politisi sayap kanan Denmark membakar salinan Al-Quran, kitab suci umat Muslim di depan kedutaan besar Turki di Stockholm pada 21 Januari.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Nasional
SKK Migas Umumkan Kurangi E...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.