Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Arkeolog Temukan Rempah-Rempah Berusia 500 Tahun yang Terawetkan dengan Baik di Kapal Karam Baltik

📅 Minggu, 05 Mar 2023, 17:23 WIB | Oleh:
Arkeolog Temukan Rempah-Rempah Berusia 500 Tahun yang Terawetkan dengan Baik di Kapal Karam Baltik Doc: REUTERS/Tom Little

LUND - Para arkeolog mengatakan mereka telah menemukan tempat penyimpanan rempah-rempah berupa kunyit hingga merica dan jahe, di bangkai kapal kerajaan yang tenggelam di lepas pantai Baltik, Swedia, lebih dari 500 tahun lalu, dan rempah-rempah tersebut masih dalam kondisi baik.

Bangkai kapal Gribshund, milik Raja Hans dari Denmark dan Norwegia, telah terbaring di lepas pantai Ronneby sejak 1495 ketika diperkirakan telah terbakar dan tenggelam saat raja menghadiri pertemuan politik di darat di Swedia.

Ditemukan kembali oleh penyelam olahraga pada tahun 1960-an, penggalian kapal secara sporadis telah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir. Penyelaman sebelumnya menemukan barang-barang besar seperti boneka dan kayu. Sekarang penggalian yang dipimpin oleh Brendan Foley, seorang ilmuwan arkeologi di Universitas Lund, telah menemukan rempah-rempah yang terkubur di lumpur perahu.

"Baltik itu aneh. Oksigennya rendah, suhunya rendah, salinitasnya rendah, begitu banyak benda organik yang terawetkan dengan baik di Baltik di mana mereka tidak akan terawetkan dengan baik di tempat lain di sistem samudra dunia," kata Foley. "Tapi penemuan rempah-rempah seperti ini cukup luar biasa," imbuh dia.

Rempah-rempah akan menjadi simbol status tinggi, karena hanya orang kaya yang mampu membeli barang-barang seperti kunyit atau cengkeh yang diimpor dari luar Eropa. Rempah-rempah ini dibawa Raja Hans saat dia menghadiri pertemuan di Swedia.

Peneliti Universitas Lund, Mikael Larsson, yang telah mempelajari temuan tersebut, mengatakan: "Ini adalah satu-satunya konteks arkeologi tempat kami menemukan kunyit. Jadi ini sangat unik dan sangat istimewa." ST/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

36 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

44 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

44 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.