Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mengagetkan Memakan Banyak Korban, India Tangkap Pegawai Perusahaan Obat Batuk Sebabkan Kematian Anak

📅 Sabtu, 04 Mar 2023, 23:06 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mengagetkan Memakan Banyak Korban, India Tangkap Pegawai Perusahaan Obat Batuk Sebabkan Kematian Anak Doc: Antara/HO
Ket. Ilustrasi - obat jenis sirup.

New Delhi - Mengagetkan memakan banyak korban. Polisi India pada Jumat (3/3) menahan tiga pegawai perusahaan pembuat sirup obat batuk yang terkait dengan kematian 19 anak di Uzbekistan tahun lalu.

India mengadakan penyelidikan pada Desember 2022 setelah pihak berwenang Uzbekistan mengatakan ada anak-anak yang meninggal akibat efek samping sirup obat batuk yang dibuat perusahaan obat Marion Biotech, yang berlokasi di Noida bagian utara Uttar Pradesh.

Sementara itu Menteri Kesehatan India Mansukh Mandaviya segera menyatakan kegiatan produksi Marion Biotech di Noida telah dihentikan, dan izin perusahaan itu kemudian ditangguhkan.

Vaibhav Babbar, pejabat badan pengawas obat-obatan negara bagianUttar Pradesh, mengatakan pada Anadolu bahwa pihak berwenang mengajukan laporan polisi atas perusahaan tersebut setelah sampel yang diambil saat pemeriksaan teruji di bawah standar.

"Atas hal tersebut, polisi menangkap tiga pegawai perusahaan," kata Babbar.

Polisi kemudian menambahkan bahwa ketiga tersangka ditahan karena menyebabkan bahaya serius terhadap kesehatan manusia dengan memproduksi dan menjual obat palsu.

Polisi juga mengatakan dua pegawai lainnya sedang dalam pelarian.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada peringatan medis di Januari juga merekomendasikan untuk tidak menggunakan dua sirup obat batuk produksi Marion Biotech.

Kementerian Kesehatan Uzkbekistan pada Desember 2022 melaporkan sebanyak 19 anak dengan penyakit pernapasan akut meninggal setelah meminum sirup obat batukDoc-1 Maxyang diproduksi perusahaan obat tersebut.

Kemenkes Uzbekistanpun menyampaikan bahwa tablet dan sirop Doc-1 Max telah ditarik dari penjualan di seluruh negeri dan mengimbau orang tua untuk membeli obat hanya dengan resep.

Insiden tersebut serupa dengan yang terjadi di Gambia pada Oktober 2022 ketika WHO mengeluarkan peringatan terhadap empat obat terkontaminasi yang terkait dengan kasus gagal ginjal akut dan kematian 66 anak.

Obat tersebut adalah sirup obat batuk dan flu yang diproduksi Maiden Pharmaceuticals Limited di India.

Namun, parlemen India mendapat informasi dari Kementerian Kesehatan bahwa "sampel kendali mutu" obat dari unit pabrik telah diambil dan dikirim untuk pengujian dan analisis.

"Menurut laporan analis pemerintah, sampel tersebut dinyatakan sesuai standar kualitas," menurut parlemen India.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog Milit...
Megapolitan
DKI Jakarta Benahi Kabel Se...

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.