Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tiongkok dan Belarusia Serukan Gencatan Senjata di Ukraina

📅 Kamis, 02 Mar 2023, 10:40 WIB | Oleh:
Tiongkok dan Belarusia Serukan Gencatan Senjata di Ukraina Doc: Global Times/Xinhua
Ket. Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden Belarusia Alexander Lukashenko bertemu di Balai Agung Rakyat, Beijing pada 1 Maret 2023.

BEIJING - Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden Belarusia Alexander Lukashenko menyerukan gencatan senjata dan negosiasi untuk menghasilkan penyelesaian politik atas konflik Ukraina pada pembicaraan di Beijing.

Kedua pemimpin mengeluarkan pernyataan bersama pada Rabu (1/3) yang menyatakan "keprihatinan mendalam atas perkembangan konflik bersenjata di kawasan Eropa dan kepentingan ekstrem dalam pembentukan perdamaian sesegera mungkin di Ukraina," menurut kantor berita Belarusia Belta, dikutip dari Freshnewsasia.

"Belarus dan Tiongkok tertarik untuk mencegah eskalasi krisis dan siap melakukan upaya untuk memulihkan perdamaian dan ketertiban kawasan," tambahnya.

KTT kedua negara mempertemukan dua pemimpin yang paling diandalkan Presiden Rusia Vladimir Putin saat pasukannya berjuang untuk mencapai tujuan invasi yang telah berlangsung setahun.

Beijing menjadi semakin vokal dalam menyerukan perdamaian karena konflik Ukraina berlarut-larut, dan membantah akan memberikan bantuan senjata ke Moskow setelah pejabat AS mengatakan hal itu.

Pekan lalu, Beijing mengeluarkan kertas posisi 12 poin yang menyerukan gencatan senjata komprehensif di Ukraina. Kertas posisi itu sebagian besar merangkum sikap Tiongkok sebelumnya dan ditanggapi dengan skeptis di Barat.

Dalam komentar yang disiarkan televisi, Xi mengatakan Tiongkok sangat ingin memperkuat kepercayaan dan kerja sama dengan Belarus "mengingat ketidakstabilan dan pergolakan situasi internasional".

Dalam referensi yang jelas ke AS dan sekutunya, Xi menambahkan, "negara-negara terkait harus berhenti mempolitisasi dan menggunakan ekonomi dunia sebagai alat mereka, dan mengambil langkah-langkah yang benar-benar memajukan gencatan senjata dan berhenti berperang serta menyelesaikan krisis secara damai."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pengamat : Salvage KMP Batumandi Patut Dicontoh

38 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Pengamat : Salvage KMP Batu...

Jakarta Merintis Diri Menjadi Hub Ekonomi Kreatif

39 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Merintis Diri Menja...
Daerah
Mau Tahu Alasan Dedi Mulyad...
Ekonomi
GoPay Permudah Masyarakat I...
Megapolitan
Waoooww….Warga Bandung ak...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.