Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hilirisasi Bukan Hanya Komoditas Tambang

📅 Kamis, 02 Mar 2023, 08:27 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hilirisasi Bukan Hanya Komoditas Tambang Doc: istimewa

JAKARTA - Pemerintah fokus mendorong kegiatan pengolahan sumber daya alam di dalam negeri. Tak hanya komoditas tambang, yang didorong juga ialah sektor lainnya termasuk pertanian, dan perikanan.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan langkah hilirisasi industri ini terbukti mampu membawa dampak luas bagi perekonomiaan nasional, seperti peningkatan investasi, penyerapan tenaga kerja, dan ekspor.

"Hilirisasi dan pendalaman struktur manufaktur, itu yang akan terus kami kejar, karena bagian dari upaya penguatan supply chain. Ini juga yang akan memacu daya saing industri kita, ungkapnya. Pemerintah telah menekankan, proses hilirisasi tidak hanya akan dilakukan pada sektor pertambangan mineral dan batu bara saja, tetapi juga menyasar ke sektor lain seperti pertanian, perkebunan, hingga perikanan," ungkap Menperin di Jakarta, Rabu (1/3).

Lebih lanjut, strategi yang akan ditempuh dalam upaya pendalaman struktur industri di Tanah Air, misalnya, pemerintah akan mendorong pelaku industri untuk mengolah produknya lagi atau lebih meningkatkan nilai tambahnya. Dia mencontohkan, pengusaha yang sebelumnya hanya memproduksi kain akan didorong untuk mengolah kain tersebut menjadi pakaian sebelum masuk ke pasar, imbuhnya.

Selain itu, Kemenperin konsisten untuk mempermudah pelaku industri mendapatkan bahan bakunya, sehingga produktivitas bisa berjalan baik. "Menjaga ketersediaan bahan baku ini salah satu faktor yang menyebabkan confidence dari industri kita naik," tutur Agus.

Secara terpisah, Pemerhati Pertanian, Said Abdullah mengatakan selama ini kita hanya menyediakan bahan baku. Di sektor pertanian (dalam arti luas) juga demikian. "Kita hanya menyediakan row material. Diperkebunan misalnya, kakao, crude palm oil (CPO)," paparnya.

Di komoditi lain juga hampir sama. Hilirisasi produk masih lemah.

"Gak heran kalau kemudian nilai tambah produk rendah dampak pada tingkat pendapatan petani juga rendah. Mestinya memang ini didorong untuk memperkuat nilai tambah yang pada gilirannya pendapatan petani dan putaran ekonomi dari sektor pertanian lebih besar," tukas Said.

Investasi Meningkat

Memang lanjut Said, investasi di sektor pertanian memiliki kecenderungan meningkat namun sebagian di sektor perkebunan (kelapa sawit) dan di sisi on farm. Sementara untuk sektor pengolahan belum terlalu besar.

Menurutnya, pengembangan industri pengolahan bisa dimulai pada skala kecil, menengah dan besar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Timothy Ivan Triyono Mundur dari Bakom RI

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.