Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Covid-19 Menular Antar Anjing

📅 Kamis, 02 Mar 2023, 18:27 WIB | Oleh:
Covid-19 Menular Antar Anjing Doc: AFP

SEOUL - Sebuah tim peneliti Korea Selatan (Korsel) pada Rabu (1/3) menyatakan bahwa beberapa varian Covid-19 seperti Delta dan Omicron, dapat ditularkan antar anjing.

Meski sudah banyak laporan tentang penularan virus korona dari manusia ke anjing, ini adalah penelitian pertama yang membuktikan penularan di antara anjing.

Studi tersebut, dilakukan oleh tim peneliti bersama, dipimpin oleh Profesor Song Dae-sub dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Nasional Seoul dan peneliti Yoo Kwang-soo dari Universitas Nasional Jeonbuk.

Tim peneliti menginfeksi anjing beagle dengan varian Delta dan Omicron dengan memasukkan virus melalui hidung anjing tersebut. Setelah 24 jam, mereka memasukkan anjing yang tidak terinfeksi ke dalam kandang yang sama.

Peneliti tidak mendeteksi gejala yang terlihat pada anjing yang terinfeksi dan tidak terinfeksi, setelah mengamati mereka selama tujuh hari. Mereka hanya mendeteksi gejala pneumonia virus, gejala umum Covid-19, saat menganalisis jaringan paru-paru anjing.

Tim juga menemukan bahwa virus proliferatif dapat menyebar melalui kotoran hidung anjing.

Studi tersebut menunjukkan bahwa virus korona manusia seperti Sars-CoV-2 atau sindrom Mers-CoV dapat ditularkan ke spesies lain.

Tim peneliti menyarankan bahwa vaksinasi hewan peliharaan harus dipertimbangkan secara aktif untuk mencegah infeksi dari hewan ke manusia dan munculnya varian lain dari hewan peliharaan.

"Jika infeksi antar spesies dan individu berulang, kemungkinan varian lain meningkat," kata Profesor Song. "Sudah waktunya untuk mempertimbangkan penggunaan vaksin hewan untuk mencegah reverse zoonosis pada hewan peliharaan," imbuh dia.

Reverse zoonosis mengacu pada infeksi atau penyakit yang ditularkan dari manusia ke hewan.

Studi ini didanai oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea, dan makalah tersebut telah diterbitkan dalam Emerging Infected Disorders, sebuah jurnal medis yang diterbitkan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat. ST/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

48 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

51 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.