Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemda Diminta Tingkatkan Koordinasi untuk Turunkan Pengangguran

📅 Rabu, 01 Mar 2023, 00:00 WIB | Oleh:
Pemda Diminta Tingkatkan Koordinasi untuk Turunkan Pengangguran Doc: ISTIMEWA
Ket. Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor.

JAKARTA - Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor, meminta pemerintah daerah (pemda) saling berkoordinasi untuk menurunkan tingkat pengangguran terbuka (TPT). Koordinasi perlu dilakukan untuk menyelaraskan program-program Kemenaker dengan dinas kabupaten/kota sehingga dapat bersinergi dengan baik.

"Koordinasi antardaerah ini diperlukan untuk menurunkan TPT seperti Kota Palembang angka TPT cukup tinggi. Saya meminta Kepala Dinas Tenaga Kerja segera melakukan koordinasi yang baik dan membuka pelatihan bekerja sama dengan dunia usaha dan industri sehingga angka TPT dapat menurun," kata Afriasnyah seusai pembukaan rapat koordinasi kabupaten/kota se-Sumatera Selatan, di Palembang, Selasa (28/2).

Seperti dikutip dari Antara, Afriansyah mengatakan program-program Kemenaker dalam penurunan angka TPT yaitu memberikan pelatihan kepada masyarakat melalui Balai Latihan Kerja (BLK) yang tersebar di seluruh kabupaten/kota Indonesia.

Lalu, ada program pelatihan berkelompok yaitu tenaga kerja mandiri, di mana pada program ini ada sekitar 20 orang yang diberikan pelatihan sesuai keinginan masing-masing daerah.

"Kami memberikan pelatihan sesuai yang mereka inginkan, misalkan pelatihan menjahit, membuat kue, otomotif, dan sebagainya. Pada program ini bukan hanya dapat pelatihan, namun ini diharapkan mereka dapat membuat wirausaha kecil," ucap dia.

Program Unggulan

Namun yang menjadi program unggulan Kemenaker yakni program BLK karena memiliki 12 kejuruan dan tersebar di seluruh Indonesia, dan siap bekerja sama dengan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.

Berdasarkan data yang dihimpun Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2022, angka TPT Indonesia mencapai 5,86 persen, menurun jika dibandingkan pada 2021 yang 6,49 persen.

Sebelumnya, Afriansyah mengatakan kerja sama antara pengusaha dan pemerintah sangat dibutuhkan untuk menekan angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan adanya kerja sama yang baik akan menghasilkan cara efektif dan saling menguntungkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Belajar merangkai kain batik di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.