Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kendalikan Inflasi Musiman dan Depresiasi Rupiah

📅 Selasa, 28 Feb 2023, 07:34 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Kendalikan Inflasi Musiman dan Depresiasi Rupiah Doc: Istimewa
Ket. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo

JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) mendatang dihadapkan pada dua tantangan besar, yakni risiko inflasi tinggi dan pelemahan nilai tukar rupiah. Karenanya, Gubernur BI ke depan harus mampu meningkatkan sinergi dengan pemerintah untuk menjaga inflasi dan kurs rupiah.

Saat ini, harga sejumlah bahan kebutuhan pokok mengalami kenaikan. Bahkan, peluang kenaikan harga ke depan makin terbuka karena faktor musiman, Ramadan dan Idul Fitri. Tanpa intervensi BI dan pemerintah, lonjakan harga itu akan mengerek inflasi.

"Inflasi musiman (cyclical inflation), inflasi yang terjadi karena musim tertentu ini harus menjadi fokus Gubernur BI mendatang, apalagi beberapa hari lagi Ramadan," ujar Direktur Progam Indef, Esther Sri Astuti, kepada Koran Jakarta, Senin (27/2).

Dalam hal ini, lanjut Esther, sinergitas dengan pemerintah juga menjadi kunci terlebih khusus kementerian-kementerian teknis. Menurutnya, BI perlu terus memantau perkembangan harga dan melakukan berbagai usaha untuk mengintervensi di sektor riil agar harga selalu stabil.

Hal ini diungkapkan Esther sebagai respons terhadap langkah Presiden Joko Widodo yang resmi mengusulkan Perry Warjiyo untuk kembali menjabat sebagai Gubernur BI. Sebelumnya, Perry telah menjabat sebagai Gubernur BI periode 2018-2023. Dengan menjadi calon tunggal, Perry berpotensi menjabat Gubernur BI selama dua periode

Sebaiknya Anda baca juga:

Ketua Badan Anggaran DPR RI, Said Abdullah, mengungkapkan Gubernur BI memiliki tugas penting karena bank sentral memiliki peran sangat strategis. Karena itu, dia berharap Gubernur BI mendatang bisa memastikan tingkat inflasi terkendali.

"Tugas (Gubernur BI) memastikan tingkat inflasi terkendali. Inflasi ini menjadi urusan sangat penting, inflasi tinggi bisa menjadi malapetaka bagi sebuah pemerintahan, sebab berpengaruh langsung bagi hajat hidup rakyat banyak," ujar Said.

Nilai Tukar

Selain inflasi, lanjut Said, BI juga bertugas memastikan nilai tukar rupiah stabil terhadap sejumlah mata uang utama global, khususnya dollar Amerika Serikat (AS). Sebab, kata Said, gejolak rupiah bisa membuat runyam pasar keuangan dalam negeri.

Politisi dari Fraksi PDI Perjuangan itu pun menegaskan, Gubernur BI membutuhkan kemampuan mengorganisasi dan membuat keputusan tepat dalam melakukan berbagai operasi pasar dengan tujuan mengendalikan inflasi dan nilai tukar.

"BI juga bertanggung jawab untuk memastikan inklusi keuangan berjalan dengan baik, memastikan berbagai transaksi keuangan, khususnya perihal sistem pembayaran berjalan dengan baik, aman, dan cepat," katanya.

Bahkan, dia mengatakan BI juga berwenang mengelola lalu lintas devisa dan cadangan devisa negara. Paling baru, tugas dan kewenangan BI dalam menjalankan kebijakan makroprudensial harus diletakkan dalam kerangka pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.

Hal itu sesuai dengan Undang-Undang (UU) Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (PPSK)

Peran tersebut meniscayakan adanya tuntutan harmoni dengan berbagai otoritas lainnya, terutama yang tergabung dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang beranggotakan Menteri Keuangan (Menkeu), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

27 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

36 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.