Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Karena Tak Ingin Dikenal Lagi Oleh Khalayak sebagai Pembuat Ponsel, Nokia Desain Ulang Logonya

📅 Selasa, 28 Feb 2023, 02:40 WIB | Oleh:
Karena Tak Ingin Dikenal Lagi Oleh Khalayak sebagai Pembuat Ponsel, Nokia Desain Ulang Logonya Doc: Istimewa

BARCELONA - Perusahaan pembuat perangkat 5G Finlandia, Nokia Oyj, telah mendesain ulang logonya untuk menghentikan orang menghubungkannya dengan ponsel, bisnis yang ditinggalkannya hampir satu dekade lalu.

Perubahan merek, yang diumumkan pada Minggu (26/2), terjadi bersamaan dengan serangkaian pilar strategis baru yang dimaksudkan untuk memungkinkan pertumbuhan yang lebih cepat karena dunia semakin mengadopsi teknologi seluler generasi kelima.

"Di benak kebanyakan orang, kami masih merupakan merek ponsel yang sukses, tapi ini bukan tentang Nokia," kata Chief Executive Officer Nokia, Pekka Lundmark, dalam sebuah sesi wawancara menjelang Mobile World Congress di Barcelona pada Minggu.

"Kami ingin meluncurkan merek baru yang sangat berfokus pada jaringan dan digitalisasi industri, yang merupakan hal yang sama sekali berbeda dari bisnis ponsel," imbuh dia.

Ponsel bermerek Nokia masih dijual oleh HMD Global Oy. HMD mendapatkan lisensi tersebut setelah Microsoft Corp., yang membeli bisnis tersebut pada tahun 2014, berhenti menggunakan nama tersebut.

Lundmark juga mengatakan Nokia akan fokus menambah pangsa pasar bisnis perusahaan yang melayani penyedia layanan nirkabel dengan peralatan jaringan. Nokia sekarang memiliki "amunisi dan alat" untuk mengambil pangsa pasar tanpa mengorbankan margin, kat dia.

Hal itu terbantu oleh pembatasan pada saingan Tiongkok, Huawei Technologies Co., setelah sejumlah pemerintah Eropa memblokir perusahaan tersebut dari penjualan suku cadang untuk jaringan 5G.

Nokia juga ingin meningkatkan pertumbuhan bisnisnya dengan menjual jaringan 5G pribadi ke perusahaan. Bisnis perusahaan mencapai 8 persen pangsa pasar teratas Nokia tahun lalu, dan target selanjutnya adalah mendorong bisnis "ke wilayah dua digit", terutama melalui pertumbuhan organik dan akuisisi yang lebih kecil, kata Lundmark. Bloomberg/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

59 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Rona
Nekat Bolos Wamil, Mino WIN...
Daerah
DPRD DKI: Digitalisasi Park...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.