Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Minyak Tanah Langka di Biak, Briket Arang Dikembangkan Sebagai EBT untuk Masak

📅 Jumat, 24 Feb 2023, 09:08 WIB | Oleh: Tim Penulis
Minyak Tanah Langka di Biak, Briket Arang Dikembangkan Sebagai EBT untuk Masak Doc: ANTARA/Dokumen pribadi
Ket. Produksi briket batok arang kelapa untuk kebutuhan masyarakat untuk memasak makanan-minuman.

BIAK - Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, Papua melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) mengembangkan produksi arang briket sebagai energi terbarukan (EBT) alternatif penganti bahan bakar minyak tanah untuk memasak di rumah.

"Sejak 2022 produksi arang briket dilakukan bengkel kerja industri Disperindag di Kampung Manswan terus digencarkan sebagai energi terbarukan alternatif untuk masak yang ramah lingkungan, " sebut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Biak Numfor Yubelius Usior dihubungi di Biak, Jumat (24/2).

Ia mengatakan, dengan makin kesulitan warga memperoleh minyak tanah untuk masak di dapur maka solusi pengGantinya alternatif dengan menggunakan briket arang kayu.

"Bengkel kerja Disperindag Biak Numfor pada tahun 2023 akan meningkatkan kapasitas produksi briket arang untuk kebutuhan lokal Biak serta kebutuhan pedagang ikan bakar di kota Jayapura dari 75-100 unit/hari diupayakan naik menjadi 150-200 unit/hari, " kata Usior.

Usior menyebut, untuk produksi arang briket dilakukan bengkel kerja Disperindag karena bahan bakunya mudah diperoleh dari sumber daya alam dimiliki Kabupaten Biak Numfor yakni kayu dan kelapa.

Diakuinya, dengan ketersediaan bahan baku pembuatan briket arang maka sudah dapat memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat dan membuka peluang kerja bagi warga lokal orang asli Papua.

Untuk bahan produksi briket arang bengkel kerja Disperindag dengan manfaatkan potensi sumber alam lokal di Biak.

"Hingga saat ini kami terus meningkatkan kapasitas produksi briket arang setiap hari untuk menjadi bahan bakar pengganti minyak tanah untuk masak, " harapUsior.

Ia menyebut, selain di Biak Numfor bahan alternatif masak briket juga telah di pasarkan juga di Kota Jayapura dan sejumlah daerah di Teluk Saereri meliputi Supiori, Yapen kepulauan, Waropen dan daerah lainnya.

Bahkan produksi briket arang juga ditingkatkan pada tahun 2023 untuk dipersiapkan ekspor ke Qatar bersamaan dengan pelaksanaan Sail Teluk Cenderawasih pada 1-7 November.

Briket arang batok kelapa sebagai bahan bakar memasak yang ramah lingkungan sampai Februari 2023 sudah dijual di pasar swalayan dengan harga Rp115 ribu/karton ukuran 500 gram serta briket arang kayu Rp90 ribu/karton.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Rona
Lisa BLACKPINK Rilis EP Sol...
Nasional
SKK Migas Umumkan Kurangi E...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.