Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Waspadai Inflasi saat Ramadan

📅 Kamis, 23 Feb 2023, 09:20 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Waspadai Inflasi saat Ramadan Doc: Istimewa

JAKARTA - Pemerintah perlu mewaspadai tekanan harga selama periode Ramadan dan Lebaran mendatang meskipun perkembangan inflasi pada awal tahun cenderung terkendali. Harga sejumlah bahan kebutuhan pokok mengindikasikan kenaikan dalam beberapa waktu terakhir.

Ekonom Universitas Indonesia (UI), Teuku Riefky, mengakui secara keseluruhan, tahun ini diawali dengan kondisi inflasi cukup menggembirakan. Berlanjutnya tren inflasi yang mulai mendekati target menunjukkan usaha pengendalian lonjakan harga sudah mulai menunjukkan hasil nyata.

Secara umum, inflasi pada Januari 2023 tercatat sebesar

5,28 persen secara tahunan (yoy). Inflasi tercatat secara konsisten turun meskipun masih luar rentang target Bank Indonesia (BI) di kisaran 2-4 persen.

"Namun, terlepas dari itu, BI tetap perlu menjaga fokusnya dalam pengendalian inflasi seiring dengan tekanan harga yang dalam waktu dekat akan muncul menyusul datangnya periode bulan suci Ramadan," tegas Riefky pada Koran Jakarta, Rabu (22/2).

Dia menambahkan terjadi kenaikan harga sejumlah kebutuhan bahan pokok, meliputi beras minyak goreng subsidi, cabai rawit, dan daging sapi. Meski demikian, harga sejumlah komoditas lain cenderung turun. Dia berharap kondisi tersebut dapat terjaga ke depan.

Seperti diketahui, pemerintah dan Bank Indonesia (BI) menyepakati lima langkah strategis untuk konsisten menjaga inflasi di kisaran sasaran 3,0 ±1 persen pada 2023. Kesepakatan ini disampaikan dalam High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP) di Jakarta, Senin (20/2). Kelima langkah strategis tersebut ditempuh melalui penguatan koordinasi di tingkat pusat dan daerah.

"HLM TPIP merupakan agenda strategis untuk mencapai capaian 2023 terutama menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Lebaran dan Idul Fitri 2023. Beberapa hal juga dilakukan untuk mencapai 3,0 persen plus minus 1 pada 2023 sesuai dengan APBN," ungkap Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, seusai meeting tersebut, Senin (20/2).

Langkah strategis pertama memperkuat koordinasi kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Kedua menjaga inflasi komponen Volatile Food (VF), utamanya pada masa Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) sehingga berada dalam kisaran 3,0-5,0 persen.

Ketiga memperkuat ketahanan pangan domestik melalui akselerasi implementasi program lumbung pangan dan perluasan kerja sama antardaerah. Keempat memperkuat ketersediaan data pangan untuk mendukung perumusan kebijakan pengendalian inflasi. Kelima memperkuat sinergi komunikasi untuk mendukung pengelolaan ekspektasi inflasi masyarakat.

Perkuat Sinergi

TPIP akan terus memperkuat sinergi kebijakan untuk melanjutkan implementasi kebijakan dan program kerja pada peta jalan pengendalian inflasi pada 2022-2024. Sinergi kebijakan yang ditempuh pemerintah dan BI tersebut termasuk melalui implementasi berbagai inovasi program untuk menjaga stabilitas pasokan dan kelancaran distribusi.

Dia mengatakan dari anggaran ketahanan pangan yang disampaikan Menteri Keuangan, Sri Mulyani, ada 104,2 triliun rupiah ada di K/L maupun di non K/L.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.