Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pencarian Kata 'Nutrisi Balita' & 'Vitamin Anak' di Google Naik 290 Persen

📅 Kamis, 23 Feb 2023, 17:31 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pencarian Kata 'Nutrisi Balita' & 'Vitamin Anak' di Google Naik 290 Persen Doc: Antara/ Pexels/Luca Sammarco

JAKARTA - Penelusuran kata-kata kunci terkait "nutrisi balita" dan "vitamin anak" di Google naik 290 persen berdasarkan laporan Year in Search 2022, hal ini menunjukkan bahwa orang tua semakin memperhatikan kandungan makanan anak.

Melalui keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis (23/2), Google menyebutkan bahwa penelusuran terkait kesehatan anak lainnya juga tampak meningkat untuk kategori food and beverage seperti "susu bayi" naik 80 persen hingga "snack sehat anak" naik 40 persen.

Menurut Google, masyarakat Indonesia menjadi lebih proaktif dalam mencari tahu lebih dalam tentang makanan dan minuman yang mereka konsumsi saat masa pasca-pandemi dengan kesehatan menjadi pertimbangan mendasar.

Selain itu, masyarakat semakin rutin memeriksa apakah obat tertentu aman untuk dikonsumsi oleh anak. Hal ini ditunjukkan melalui penelusuran terkait "penyakit ginjal anak" naik 130 persen, "obat sirop anak" naik 100 persen, dan "obat batuk anak" naik 60 persen.

Di sisi lain, Year in Search 2022 kategori food and beverage juga menunjukkan bahwa tren makanan dan minuman ikut berubah seiring dengan aktivitas perkantoran dan sekolah yang sudah kembali normal pasca-pandemi.

Menurut Google, penelusuran terkait "instant food" naik 40 persen, "bekal sekolah + bekal makanan" masing-masing naik 180 persen dan 80 persen, "restoran di sekitar saya" naik 70 persen, dan "mall terdekat" naik 60 persen.

Masyarakat Indonesia juga tampak masih terus mengikuti tren makanan dari luar negeri. Beberapa kategori penelusuran makanan meningkat seperti "makanan viral" naik 80 persen, "makanan Korea" naik 70 persen, dan "buldak" naik 20 persen.

Year in Search 2022 merupakan laporan edisi kelima dari Google yang menggambarkan perubahan perilaku konsumen Indonesia. Terdapat tiga tema besar dan tujuh vertikal industri utama yang dibagi dalam laporan ini, termasuk makanan dan minuman (food and beverage). Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

28 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

37 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.