Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perang Proxy untuk Kuasai SM Entertainment Memanas

📅 Kamis, 16 Feb 2023, 08:50 WIB | Oleh:
Perang Proxy untuk Kuasai SM Entertainment Memanas Doc: Allkpop
Ket. Ilustrasi.

Perang proksi atau proxy war membayangi agensi K-pop SM Entertainment. Kepemilikan agensi raksasa K-pop itu tengah terbagi antara pendirinya Lee Soo-man, yang memilih bekerja sama dengan Hybe. Sementara jajaran eksekutif SM memilih bergabung dengan Kakao.

Melansir Korea Herald, Hybe yang merupakan agensi K-pop di belakang kesuksesan BTS pada Jumat (10/2) mengumumkan bahwa mereka telah menandatangani kesepakatan dengan membeli 14,8 persen saham Lee Soo-man seharga 422,8 miliar won atau sekitar Rp

Hybe juga berencana untuk membeli 25 persen saham tambahan di SM Entertainment dari pemegang saham minoritas pada 1 Maret mendatang. Menurut media Korea, Hybe akan membeli dengan harga 120.000 won per saham.

"Kami bertujuan untuk menggabungkan kehebatan kedua perusahaan dan mengambil lompatan besar lainnya sebagai pengubah permainan di pasar musik pop global," kata Hybe dalam sebuah pernyataan.

Menyusul kesuksesan besar BTS, Hybe telah memperluas kehadirannya di industri K-pop dengan mengakuisisi sejumlah agensi K-pop yang lebih kecil, seperti PLEDIS Entertainment dan Source Music.

Kesepakatan dengan SM sendiri, diharapkan akan membawa Hybe untuk lebih mendiversifikasi portofolio bisnisnya. Agensi yang juga menaungi monster rookie NewJeans itu diharapkan akan memanfaatkan pengetahuan bisnis SM yang telah berumur puluhan tahun dan jaringan global yang luas.

Tawaran terbaru Hybe datang beberapa hari setelah SM dan Kakao menandatangani kesepakatan terpisah, di mana operator aplikasi perpesanan nomor satu di Korea sekaligus layanan streaming musik Melon itu dilaporkan akan mengakuisisi 9,05 persen saham di SM Entertainment.

Bekerja sama dengan SM, merupakan perwujudan bagi visi Kakao untuk menjadi perusahaan hiburan global dapat memperoleh momentum baru.

Sebagai informasi, perseteruan antara agensi K-pop papan atas dipicu oleh dana aktivis Align Partners Capital Management, yang memiliki 0,91 persen saham di SM.

Diketahui, Align Partners dalam beberapa tahun terakhir telah menyuarakan keprihatinan terhadap struktur tata kelola perusahaan, mempertanyakan peran dan pengaruh Lee Soo-Man di perusahaan.

Align Partners menyerukan agensi untuk mengakhiri kontrak bisnis dengan Like Production, yang merupakan perusahaan produksi milik Lee Soo-Man, dengan alasan SM Entertainment telah membayar sejumlah besar modal setiap tahun dalam bentuk royalti kepada perusahaan produksi untuk konsultasi dan produksi album.

Dengan Align Partners menunjuk auditor untuk agensi tersebut melalui rapat pemegang saham reguler tahun lalu, kontrak dengan Like Production akhirnya diakhiri pada bulan Oktober.

Meskipun Lee Soo-Man telah menerima lebih banyak royalti melalui Like Production selama tiga tahun bahkan setelah kesepakatan diakhiri, Lee akhirnya memutuskan untuk menyerahkan royalti dalam perjanjian dengan Hybe.

Sementara itu, Lee telah mengajukan gugatan terhadap Kakao yang mengakuisisi saham di SM Entertainment. Menurut Lee, apa yang dilakukan dewan direksi untuk menerbitkan saham baru dan obligasi konversi kepada pihak ketiga karena alasan selain tata kelola perusahaan adalah ilegal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.