Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

NATO Kirim Ribuan 'Rumah' untuk Korban Gempa Dahsyat Turki

📅 Kamis, 16 Feb 2023, 08:35 WIB | Oleh:
NATO Kirim Ribuan 'Rumah' untuk Korban Gempa Dahsyat Turki Doc: Anadolu Agency/NATO
Ket. Bendera NATO dan Turki

Aliansi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) segera mengirim lebih dari 1.000 kontainer ke Turki. Adapun kontainer tersebut dikirim untuk digunakan sebagai tempat perlindungan sementara masyarakat yang terdampak gempa dahsyat Turki.

"Tempat perlindungan semi permanen ini mampu menampung sedikitnya 2.000 orang yang telantar akibat gempa bumi di Turki, dan jumlahnya terdiri atas lebih dari 1.000 kontainer pengiriman," kata Komando Pasukan Gabungan NATO di Naples melalui Twitter, dikutip dari Anadolu Agency, Rabu (15/2).

"NATO telah mulai mempercepat pengiriman fasilitas ini dan diharapkan dapat memulai transit pengiriman pertama paling cepat minggu depan," lanjutnya.

Badan Dukungan dan Pengadaan NATO (NSPA) telah mulai memindahkan kontainer yang disimpan di Pusat Operasional Selatan di Taranto, Italia, ke pelabuhan pemberangkatan mereka untuk pengiriman ke Turki.

Seperti diketahui, korban tewas akibat gempa dahsyat berkekuatan magnitudo 7,8 yang mengguncang Turki dan Suriah pada pekan lalu dilaporkan terus bertambah. Saat ini, jumlah korban tewas naik menjadi lebih dari 36 ribu sejak Senin (6/2) hingga Senin (12/2).

Korban tewas di Turki dan Suriah setelah bencana gempa dahsyat pada pekan lalu telah mencapai setidaknya 36.217 jiwa per Senin (13/2).

Dilansir dari CNN International, Pusat Koordinasi Darurat Turki (SAKOM) melaporkan, korban tewas akibat gempa dahsyat pada pekan lalu di Turki mencapai 31.643 jiwa. Sementara, korban tewas di Suriah telah mencapai 4.574 orang.

Gempa yang terjadi pekan lalu di Turki berpusat di Kahramanmaras dan melanda sembilan provinsi lainnya, yaitu Hatay, Gaziantep, Adiyaman, Malatya, Adana, Diyarbakir, Kilis, Osmaniye, dan Sanliurfa. Lebih dari 13 juta orang terdampak gempa dahsyat tersebut.

Beberapa negara di kawasan itu, termasuk Suriah dan Lebanon, juga merasakan getaran kuat yang melanda Turki dalam waktu kurang dari 10 jam.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Toko-toko di Bordeaux bersi...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...

Trisakti Bantu Warga Duri Kosambi Olah Sampah

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

1.5 jam yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.