Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sekjen NATO Tegaskan Solidaritas Pascagempa Turki

📅 Selasa, 14 Feb 2023, 22:16 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sekjen NATO Tegaskan Solidaritas Pascagempa Turki Doc: Antara/REUTERS/Ints Kalnins
Ket. NATO minta warga dunia memperkuat solidaritas untuk membantu Turki.

Ankara - Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Jens Stoltenberg menegaskan solidaritas kuat aliansi tersebut dengan Turki, yang diguncang dua gempa bumi yang menewaskan lebih dari 31.000 orang pekan lalu.

"Pikiran kami tetap bersama rakyat Turki setelah gempa bumi dahsyat minggu lalu," kata Stoltenberg dalam konferensi pers di Brussel, Belgia, Senin (13/2).

"Ribuan personel tanggap darurat dari sekutu NATO telah mendukung upaya bantuan, termasuk dengan tim pencarian dan penyelamatan, petugas pemadam kebakaran, personel medis, dan pakar seismik," tutur dia, menambahkan.

Stoltenberg mengumumkan bahwa NATO dan anggotanya telah setuju untuk mengerahkan fasilitas penampungan untuk membantu menampung orang-orang yang terlantar akibat gempa bumi.

"Kami bersama dalam solidaritas yang kuat dengan sekutu kami Turki," kata Stoltenberg.

Ketika ditanya tentang kemungkinan tanggal pemasangan tempat penampungan di Turki, Stoltenberg mengatakan upaya itu akan dilakukan sesegera mungkin.

"Saya tidak bisa memberi Anda tanggal pasti, tetapi sekutu dan NATO bekerja keras untuk memberikan dukungan sebanyak mungkin secepat mungkin," kata dia.

Dia mengatakan aliansi tersebut juga memberikan dukungan transportasi.

"Saya pikir penting untuk memastikan bahwa kita mendapatkan dukungan dengan cepat tetapi juga untuk memastikan bahwa kita benar-benar dapat bertahan," kata Stoltenberg, yang menyebut bahwa gempa bumi akan memiliki konsekuensi jangka panjang.

Stoltenberg pun kembali menyampaikan belasungkawa kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Lebih dari 31.600 korban tewas dan lebih dari 80.000 orang terluka akibat dua gempa bumi besar yang mengguncang selatan Turki pada 6 Februari 2023, menurut angka resmi terbaru.

Gempa bumi bermagnitudo 7,7 dan 7,6 yang berpusat di Provinsi Kahramanmaras itu berdampak terhadap sekitar 13 juta orang di 10 provinsi termasuk Adana, Adiyaman, Diyarbakir, Gaziantep, Hatay, Kilis, Malatya, Osmaniye, dan Sanliurfa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Sekjen PBB Soroti Tantangan Lonjakan Populasi Lansia

55 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.