Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menanti Episode Butral di Perang Ukraina

📅 Sabtu, 11 Feb 2023, 16:47 WIB | Oleh:

"Moskow sedang mengamati pengumuman pasokan senjata Barat, dan ingin memastikan mereka akan dapat bertindak sebelum kita mendapatkan apa yang kita inginkan," kata Danylyuk, mantan penasihat keamanan nasional Ukraina.

Analis militer dan mantan pejabat keamanan Ukraina menunjuk apa yang disebut jembatan darat Rusia, yang membentang melintasi Ukraina selatan dari perbatasan Rusia ke Semenanjung Krimea, sebagai target yang paling menggoda untuk serangan balasan Ukraina.

"Rusia juga percaya bahwa kemungkinan akan menjadi garis serangan," kata Nataliya Gumenyuk," juru bicara komando militer selatan Ukraina.

Mereka membawa lebih banyak tentara untuk mempertahankan posisi pertahanan yang didirikan dengan tergesa-gesa, tetapi dia mengatakan bahwa Ukraina telah mampu membatasi kemampuan mereka untuk membawa alat berat.

"Kami dapat melihat bahwa mereka mengumpulkan beberapa peralatan di sekitar Melitopol dan di Krimea, tetapi mereka tidak dapat mendekatkannya," katanya dalam sebuah wawancara.

"Mereka ingin, tapi pasukan kita tidak memberi mereka kesempatan," ujarnya.

Kyiv berharap, Barat akan segera menyediakan artileri jarak jauh yang akan memungkinkan pasukannya untuk sekali lagi mengganggu posisi Rusia, seperti yang mereka lakukan ketika Ukraina merebut kembali wilayah selatan, termasuk kota Kherson, pada November. Kali ini, Ukraina ingin membuat Rusia menebak-nebak di mana dan kapan akan menyerang.

"Rusia sedang menunggu langkah aktif dari pihak kami di selatan," kata Gumenyuk. "Kami mempertahankan ketegangan ini. Beginilah cara kami melemahkan semangat musuh," terangnya.

Serangan yang berhasil atas stepa terbuka antara garis depan saat ini dan kota Melitopol yang diduduki Rusia, misalnya, akan memotong wilayah yang dikuasai Rusia di Ukraina menjadi dua zona terpisah, sangat memperumit logistik Rusia yang sudah alot.

Ukraina, kata Hrabsky, akan menggabungkan serangan darat dengan serangan jarak jauh, pertama-tama melunakkan pertahanan dengan menembakkan peluru artileri presisi dan roket ke bunker komando, garnisun, dan depot amunisi.

"Kemudian akan berusaha untuk menembus garis Rusia dan bermanuver dengan cepat, meskipun Rusia bercokol kuat di selatan dan kemungkinan besar akan melakukan perlawanan keras," tutur dia.

Andriy Zagorodnyuk, mantan menteri pertahanan Ukraina, mengatakan dia memperkirakan Rusia mencoba merebut Donbas dan kemudian "mengumumkan penyelesaian operasi militer khusus mereka" dan menyerukan negosiasi.

"Tapi, ini akan menjadi upaya ketiga Rusia untuk merebut Donbas sejak perang dimulai; dua yang pertama keduanya gagal," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

PBB akan Alokasikan Dana untuk 12 Krisis Kemanusiaan

20 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...

Wabah Ebola Tewaskan Lebih dari 4.000 Warga di Kongo

43 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Wabah Ebola Tewaskan Lebih ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.