Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Psikolog Menilai Pilihan 'Childfree' Bisa Saja Berubah

📅 Jumat, 10 Feb 2023, 18:36 WIB | Oleh:
Psikolog Menilai Pilihan 'Childfree' Bisa Saja Berubah Doc: ANTARA
Ket. Ilustrasi pasangan suami istri.

JAKARTA - Psikolog klinis anak dan remaja Vera Itabiliana Hadiwidjojo, S.Psi, memandang bahwa pasangan atau seseorang yang memilih untuk tidak mempunyai anak atau childfreejuga bisa mengubah keputusan tersebut di masa depan.

"Setiap pasangan punya alasan yang berbeda dari lainnya. Ada yang memutuskan secara permanen atau temporer, yang mana dia bisa saja berubah pada kemudian hari," kata psikolog dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia (LPT UI) kepada ANTARA, Jumat.

Pilihanchildfreeatau tidak memiliki anak bukanlah sesuatu yang ajek. Jika keputusanchildfreeberubah di kemudian hari, Vera menilai hal itu merupakan kewajaran.

Latar belakang pengalaman hidup setiap individu juga dapat berkontribusi atas keputusan untuk memilihchildfree, apakah alasan itu menyangkut kesehatan fisik, mental, dan sebagainya.

Menurut Vera, keputusanchildfreejuga dapat terkait dengan konsep kebahagiaan yang berbeda-beda setiap individu.

"Ada yang bahagia dengan memiliki anak dan ada yang bahagia dengan tidak memiliki anak," kata Vera.

Wacana tentangchildfreemenjadi fenomena yang belakangan banyak dibicarakan warganet, menyusul pernyataan pemengaruh Gita Savitri yang secara terbuka memutuskan untukchildfree.

Vera menilai fenomena itu dapat dijadikan momentum sebagai pengingat bagi orang tua untuk terus belajar tentang pengasuhan anak jika keputusanchildfreeterkait dengan pengalaman seseorang di masa kecil.

Sebelum seseorang memutuskan untuk memilihchildfree, sebaiknya hal tersebut harus dibicarakan dan didiskusikan terlebih dahulu dengan pasangan serta pihak keluarga masing-masing. Dengan begitu, seluruh pihak dapat menemui kesepakatan terbaik.

Apalagi, keputusan untukchildfreemasih dianggap tak biasa oleh kultur masyarakat Indonesia. Vera menilai hal itu juga harus disiapkan terlebih dahulu sebelum bulat memilihchildfree.

"Kesiapan untuk menghadapi penilaian orang lain yang memiliki pemikiran berbeda karenachildfreedi Indonesia masih cenderung dianggap sebagai sesuatu di luar kebiasaan," kata Vera.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

38 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

46 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

46 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.