Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

TNI dan Polri Diminta Jaga Kondisi di Tahun Politik

📅 Kamis, 09 Feb 2023, 01:16 WIB | Oleh: Tim Penulis
TNI dan Polri Diminta Jaga Kondisi di Tahun Politik Doc: istimewa
Ket. Presiden Joko Widodo

JAKARTA - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meyakini TNI dan Polri sudah mengetahui serta memahami tugas masing-masing dalam menjaga kondusivitas situasi tahun politik menyongsong Pemilu 2024.

Oleh karena itu, Presiden mengaku dirinya tidak memberikan arahan khusus mengenai hal tersebut saat menghadiri Rapat Pimpinan (Rapim) TNI dan Polri Tahun 2023 di Jakarta, Rabu (8/2).

"Enggak ada (arahan khusus), saya kira TNI-Polri sudah tahu apa yang dikerjakan," kata Jokowi kepada awal media selepas menghadiri Rapim TNI-Polri 2023.

Kendati demikian, Presiden tetap mengingatkan tugas utama TNI-Polri untuk menjaga situasi agar tetap kondusif sembari senantiasa menghindari keterlibatan dalam politik praktis. "Yang paling penting menjaga kondusivitas di tahun politik dan tidak terlibat dalam politik praktis," ujar Jokowi.

Presiden dalam beberapa kesempatan memang kerap mengingatkan agar TNI-Polri tidak terlibat politik praktis.

Hal serupa juga sempat disampaikan Kepala Negara saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Kepala Daerah dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) 2023 di Bogor, Jawa Barat, pada 17 Januari lalu.

Dalam kesempatan lebih awal, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo menyampaikan Rapim TNI-Polri 2023 membahas berbagai hal terkait tugas pokok dan fungsi kedua lembaga, salah satunya tentang pengamanan Pemilu 2024.

Tantangan Dunia Digital

Sementara itu, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengingatkan kepada jajaran pimpinan TNI-Polri untuk bersiap menghadapi berbagai tantangan dunia digital yang dapat mengancam keamanan, pertahanan, dan kedaulatan Indonesia.

Bamsoet mengatakan kedaulatan bangsa dan negara tidak boleh hanya bertumpu pada kekuatan fisik militer karena potensi ancaman akan hadir dalam berbagai aspek, baik ekonomi, sosial-budaya, politik-ideologi, dan berbagai ancaman lainnya yang bersifat soft power.

"Karena itu, TNI dan Polri perlu semakin mewaspadai ancaman nirmiliter yang merusak ideologi negara yang berpotensi hadir melalui dunia digital, seperti metaverse, artificial intelligence, cloud computing, hingga blockchain," kata Bamsoet.

Bamsoet mengatakan sangat penting bagi personel TNI dan Polri untuk dapat menguasai artificial intelligence, cloud computing, hingga blockchain.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

1 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.