Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tiga Desa di Boyolali Terdampak Hujan Abu Erupsi Gunung Merapi

📅 Rabu, 08 Feb 2023, 14:24 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tiga Desa di Boyolali Terdampak Hujan Abu Erupsi Gunung Merapi Doc: antarafoto
Ket. Abu vulkanik gunung Merapi di Boyolali.

BOYOLALI - Tiga desa di dua wilayah kecamatan Kabupaten Boyolali terdampak hujan abu ringan hingga sedang menyusul terjadinya erupsi Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta, Rabu (8/2).

Menurut Kepala pelaksana Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali Widodo Munir erupsi Gunung Merapi terjadi sekitar pukul 07.10 WIB, yang arah awan panasnya ke Sungai Boyong Magelang dan dampaknya di Boyolali terjadi hujan abu di tiga desa.

Widodo Munir menyampaikan erupsi Merapi berupa semburan abu ke atas yang kemudian dibawa angin ke arah timur, meski laharnya mengarah ke Kali Boyong Magelang.

Tiga desa di Boyolali yang terkena dampak hujan abu yakni di Desa Sruni Kecamatan Musuk, Sangup dan Mriyan di Kecamatan Tamansari dengan kategori sedang dan ringan.

Masyarakat tetap aman beraktivitas seperti biasa karena erupsi hanya sekali tidak berulang-ulang. Kondisi sekarang sudah aman terkendali.

Status Gunung Merapi hingga saat ini, tetap siaga sesuai dengan informasi yang disampaikan oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) D.I. Yogyakarta.

BPBD Boyolali kini sedang mengirim ribuan masker ke tiga desa terdampak hujan abu itu, untuk mengantisipasi jika terjadi hujan abu susulan yang kemungkinan mengarah ke Musuk dan Tamansari di Boyolali.

"Kami mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak panik tetapi waspada. Karena, wilayah Boyolali khususnya erupsi diperkirakan mengarah ke barat daya terutama di Sungai Boyong Magelang," katanya.

Sementara itu, Ngatiyem (45), salah satu warga Desa Sangup Tamansari Boyolali mengatakan hujan abu datang secara tiba-tiba mengguyur di wilayah Desa Sangup, sekitar pukul 07.30 WIB. Abu mengguyur lahan pertanian yang sebagian besar ditanami jenis sayuran.

"Warga kemudian banyak yang membersihkan tanaman sayuran seperti cabai, kembang kol dan lainnya. Namun, warga tetap beraktivitas seperti biasa ke ladang untuk membersihkan tanaman sayuran agar kualitasnya tidak menurun akibat dampak hujan abu," katanya.

Rukimin (50), warga lainnya mengatakan hujan abu terjadi di Desa Sangup dari Gunung Merapi, sekitar pukul 07.30 WIB. Hujan Abu melanda di lahan pertanian sayuran, jalan, dan rumah milik warga.

Ada dua desa yang terdampak hujan abu di Kecamatan Tamansari yakni Sangup dan Mriyan. Namun, warga tetap beraktivitas seperti biasa, mereka tetap pergi ke ladang dan anak-anak tetap masuk sekolah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Prosesi adat kansoda'a di Wakatobi

56 menit yang lalu | Wahyu AP

Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.