Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Swasta Diminta Bantu Kembangkan Angkutan Perintis

📅 Selasa, 07 Feb 2023, 16:00 WIB | Oleh:
Swasta Diminta Bantu Kembangkan Angkutan Perintis Doc: Istimewa
Ket. Ilustrasi - Angkutan perintis. 

JAKARTA - Saat ini, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat tengah gencar mengembangkan angkutan perintis.

Namun dengan keterbatasan anggaran yang ada, Pemerintah mengajak pihak swasta untuk berpartisipasi dalam memberikan layanan angkutan darat perintis.

Hal ini diungkapkan oleh Direktur Angkutan Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Suharto dalam kegiatan Press Background terkait pengembangan Angkutan Perintis di Tanah Air.

Dia menjelaskan pembuatan layanan angkutan jalan perintis umumnya akan menelan biaya yang tinggi dengan penerimaan cenderung minim.

Dampaknya, dari sisi bisnis layanan ini cenderung mengalami kerugian. Hal tersebut membuat banyak pihak swasta yang enggan masuk ke layanan angkutan perintis.

"Padahal, pemerintah telah menetapkan adanya keuntungan sebesar 10 persen dalam struktur Biaya Operasional Kendaraan (BOK) bagi pihak swasta yang berminat menggarap layanan angkutan perintis. Sudah banyak kami tawarkan dengan struktur itu tetapi pihak swasta juga tidak mau. Pada akhirnya, penugasannya ke Damri sebagai BUMN," kata Suharto di Gedung Kemenhub, Jakarta, Selasa (7/2).

Dia menambahkan saat ini belum ada pihak swasta yang masuk ke layanan angkutan jalan perintis. Menurutnya, pihak swasta lebih memilih untuk membangun layanan angkutan di wilayah perkotaan dan sekitarnya mengingat pangsa pasar dan tingkat permintaan yang sudah jelas.

"Adapun, untuk menarik keterlibatan pihak swasta, Kemenhub telah merevisi struktur BOK. Revisi tersebut memungkinkan operator layanan angkutan jalan perintis swasta untuk meraih keuntungan meski tidak sebesar jika membuka layanan di perkotaan.," katanya.

Sementara itu, Direktur Transportasi Sungai, Danau, dan Penyeberangan Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub ,Junaidi menuturkan pihaknya sejauh ini telah berhasil melibatkan pihak swasta dalam angkutan penyeberangan perintis.

Dia menyebutkan tingkat keterlibatan pihak swasta adalah sekitar 5 persen jika dilihat dari jumlah unit kapal.

"Keterlibatan BUMN masih menjadi yang terbesar dalam angkutan penyeberangan perintis dengan persentase 82 persen, diikuti oleh BUMD sebanyak 13 persen," katanya.

Junaidi juga menegaskan bahwa kedepannya pihaknya akan terus mendorong keterlibatan pihak swasta untuk angkutan penyeberangan perintis.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

49 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

52 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.