Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

14 Film Indonesia Berhasil Masuk di Festival Film Belanda dan Prancis

📅 Selasa, 07 Feb 2023, 15:13 WIB | Oleh:
14 Film Indonesia Berhasil Masuk di Festival Film Belanda dan Prancis Doc: Istimewa

Film Indonesia kembali menunjukkan tajinya dengan tampil di berbagai ajang tingkat dunia, mulai dari Clermont Ferrand International Short Film Festival 2023 di Paris (Prancis), hingga International Film Festival Rotterdam 2023 di Belanda.

Tujuh karya sinema pendek Indonesia yang tampil pada ajang Clermont Ferrand International Short Film Festival 2023, di antaranya "Ride to Nowhere", "Toya dan Roh Seninya", "Teh Tawar untuk Akong", "Dancing Colors", "Bawang Merah Bawang Putih", "Jamal", dan "Nusa Antara".

Sementara pada ajang International Film Festival Rotterdam 2023, film yang tayang pada ajang tersebut adalah "Like & Share" karya Gina S Noer, "Sri Asih" karya Joko Anwar, "Deadly Love Poem" (Puisi Cinta yang Membunuh) karya Garin Nugroho, "Mayday! May Day! Mayday!" karya Yonri Revolt, "The Myriad of Faces of The Future Challengers" karya Yuki Aditya dan I Gde Mika, "Evacuation of Mama Enola" karya Anggun Priambodo, serta "Marsiti dan Sapi Sapi" karya Wisnu Surya Pratama.

Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek Hilmar Farid meyakini bahwa tampilnya film-film Indonedia itu tidak lepas dari pembinaan sineas yang dilakukan oleh pemerintah.

Tiga film pendek yang tampil pada ajang Clermont Ferrand International Short Film Festival 2023, merupakan jebolan kompetisi produksi yang digelar Kemedikbudristek, yakni "Ride to Nowhere" (Tahun 2021), "Toya dan Roh Seninya" (Tahun 2022), serta "Teh Tawar untuk Akong" (Tahun 2022).

Tampilnya film nasional di pentas internasional itu memacu Kemendikbudristek untuk terus memperkuat ekosistem perfilman Indonesia.

Terdapat tujuh aspek dalam ekosistem perfilman, yakni pendidikan perfilman, pengarsipan film, apresiasi dan literasi perfilman, kreasi, produksi, distribusi, dan eksibisi.

Untuk pendidikan perfilman, di antaranya diselenggarakan melalui workshop perfilman dan juga sertifikasi profesi. Berikutnya pengarsipan film melalui kegiatan restorasi empat film panjang, dan digitalisasi 150 judul film.

Sementara pada aspek apresiasi dilakukan melalui sejumlah penyelenggaraan festival perfilman, pendukungan film Indonesia di festival internasional, pendukungan kegiatan perfilman berbasis komunitas, dan nonton film bareng. Pada aspek literasi perfilman, di antaranya melalui lomba ulas film dan diskusi film di sekolah dan komunitas.

Pada aspek kreasi dan produksi, di antaranya melalui program matching fund, kompetisi produksi film pendek dan Indonesiana film. Untuk distribusi melalui program belajar dari rumah di TVRI pada 2020, pemutaran film bekerja sama dengan KBRI/KJRI di luar negeri, dan peluncuran Indonesiana TV sejak September 2021.

Berikutnya pada aspek eksibisi dilakukan melalui program pekan film di luar negeri bekerja sama dengan KBRI dan dukungan pelaksanaan program Aktara.

Kita lihat saat ini, selalu muncul produksi film-film berbobot dan mengedukasi dari para sineas di tanah air.

"Di sini, pemerintah (Kemendikbudristek) akan berupaya memfasilitasi sineas itu agar dapat menuangkan pemikiran kreatifnya," kata Hilmar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

36 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

39 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.