Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menteri Pertahanan Ukraina Akan Digantikan Kepala Badan Intelijen Militer

📅 Senin, 06 Feb 2023, 11:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menteri Pertahanan Ukraina Akan Digantikan Kepala Badan Intelijen Militer Doc: ANTARA/Ukrainian Presidential Press Service/Handou
Ket. Anggota Pasukan Kehormatan bersiap mengibarkan bendera nasional Ukraina di tengah-tengah berlangsungnya invasi Rusia saat Upacara Peringatan Hari Bendera Nasional di Kyiv, Ukraina, Selasa (23/8/2022).

LONDON - Ukraina akan mengganti Menteri Pertahanan Oleksii Reznikov dengan kepala badan mata-mata militernya, kata sekutu dekat Presiden Volodymyr Zelenskyy pada Minggu (5/2), dalam perombakan yang dilakukan di tengah kampanye perang negara itu.

Reznikov akan dipindahkan ke pekerjaan menteri lain dan digantikan oleh Kyrylo Budanov, kepala badan intelijen militer GUR, kata David Arakhamia, anggota parlemen senior sekaligus kepala blok parlemen Pelayan Rakyat.

"Perang menentukan perubahan dalam kebijakan personel," kata Arakhamia melalui aplikasi perpesanan Telegram.

Arakhamia mengatakan bahwa sejumlah badan "kekuatan" Ukraina - seperti Kementerian Pertahanan - tidak boleh dipimpin oleh politikus, tetapi pejabat karier pertahanan atau keamanan.

Arakhamia tidak mengatakan kapan langkah itu akan diresmikan. Belum ada komentar dari Rezkinov.

Saat ditanya dalam sebuah konferensi pers mengenai laporan media tentang kemungkinannya keluar dari kementerian tersebut, Menteri Pertahanan Reznikov mengatakan kepada wartawan bahwa keputusan apa pun ada di tangan Presiden Zelenskyy.

Reznikov (56) menjadi menteri pertahanan pada November 2021, tepat beberapa bulan sebelum Rusia meluncurkan invasi skala penuhnya terhadap Ukraina pada 24 Februari 2022.

Selama perang, ia memupuk hubungan dengan sejumlah pejabat pertahanan Barat dan membantu mengawasi penerimaan bantuan militer senilai miliaran dolar - termasuk peluncur roket dan tank - untuk membantu Kiev menangkal invasi Rusia.

Sebagai seorang menteri pertahanan di masa perang, Reznikov memilih integrasi "de facto" Ukraina ke dalam aliansi NATO sebagai prioritas utama, meskipun bergabung dengan blok tersebut secara de jure tidak mungkin segera dilakukan.

Selama masa jabatannya sebagai menteri pertahanan, dia berbicara lantang tentang korupsi di masa perang, yang menurutnya mirip dengan "perampokan".

Namun, dalam beberapa pekan terakhir, kementerian pertahanannya sendiri terlibat dalam skandal korupsi atas kontrak makanan tentara sehingga menanggung akibat yang sangat tinggi.

Salah satu wakil menterinya telah dipecat dan ditetapkan sebagai tersangka dalam skandal tersebut, dan seorang lagi telah mengundurkan diri secara terpisah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Prosesi adat kansoda'a di Wakatobi

57 menit yang lalu | Wahyu AP

Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.