Tak Cuma di Bumi, Artificial Intelligence akan Unjuk Gigi di Bulan
Minggu, 05 Feb 2023, 17:34 WIBKecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) akan unjuk gigi dalam eksplorasi Bulan bersama rover penjelajah Rashid milik Uni Emirat Arab (UEA).
MoonNet yang dikembangkan di Kanada akan menjadi AI pertama yang pernah mencapai orbit rendah Bumi bahkan mendarat di Bulan. MoonNet akan mengklasifikasikan jenis fitur geologi bulan yang terlihat dalam gambar dari rover penjelajah Rashid saat bergerak di sekitar permukaan bulan.
"AI akan menjadi alat penting yang memungkinkan untuk membuat keputusan di pesawat ruang angkasa," kata CEO Mission Control Space Services (MCSS) Ewan Reid kepada outlet berita Space.
Diluncurkan dengan pesawat ruang angkasa SpaceX pada 11 Desember lalu, penjelajah Rashid sendiri diperkirakan akan mendarat musim semi ini untuk mencari mineral dan barang menarik lainnya di permukaan Bulan. Jika berhasil, teknologi kecerdasan buatan tidak hanya akan memudahkan pencarian air di bulan, tetapi juga membuat pengamatan Bumi lebih efisien.
Teknologi Kanada memang telah banyak digunakan dalam eksplorasi ruang angkasa. Misalnya seri lengan robot yang disebut Canadarm yang telah melayani pesawat ulang-alik, Stasiun Luar Angkasa Internasional, dan akan digunakan pada stasiun bulan Gateway NASA yang tengah dikembangkan. Dalam hal ini, MCSS menyediakan perangkat lunak atau komponen penting yang mendorong misi eksplorasi ruang angkasa di seluruh dunia.
Jika semua berjalan sesuai rencana, Rashid akan berlari di permukaan Bulan selama kurang lebih satu hari lunar atau sekitar 29 hari Bumi. Melansir Space, MCSS sendiri akan menerima gambar navigasi dari penjelajah Rashid melalui pendarat Jepang, yang akan menangani komunikasi dengan Bumi.
Informasi yang dikumpulkan MoonNet akan ditransfer kembali ke Bumi, di mana MCSS akan menggunakan Platform Perangkat Lunak Kontrol Misi berbasis cloud atau cloud-based Mission Control Software Platform untuk mendistribusikan data misi ke tim sains kami secara real-time. Ini akan memungkinkan tim sains di kantor MCSS di Ottawa serta di universitas Kanada lainnya, untuk membantu memutuskan ke mana penjelajah harus pergi.
Reid menjelaskan kehadiran kecerdasan buatan di Bulan dapat menghemat banyak bandwidth satelit yang terbatas karena hanya akan berbagi data, gambar, dan video yang dibutuhkan ilmuwan. Teknologi ini dapat digunakan kembali di seluruh tata surya, termasuk aplikasi yang dapat mendeteksi kapal gelap yang mencoba berlayar tanpa registrasi di Bumi, atau memfilter awan dari gambar planet.
Jika semua berjalan sesuai rencana, demonstrasi bulan akan memungkinkan MCSS untuk mendukung perusahaan dan organisasi lain saat mereka berupaya menerapkan AI dalam misi mereka di masa depan.
"Kami melihat peluang besar untuk menerapkan AI di luar angkasa," kata Reid.
Redaktur: Fiter Bagus
Penulis: Suliana
Berita Terkait:
-
Ekspor RI Belum Kehabisan Tenaga, Prospek Positif hingga Desember
-
Samsat Keliling Polda Metro Jaya Hari Ini Tersedia di 14 Lokasi, Berikut Daftarnya!
-
Pencegahan Rabies Membutuh Kolaborasi Para Pihak
-
Kendalikan Erosi, Kementerian LH Dukung Penghijauan Bantaran Sungai CIliwung
-
APBN Biayai Gaji Manajer Kopdes, Pemerintah Buka Skema Pendanaan
-
Penantian Lima Tahun Warga Terdampak YIA Berujung Kepastian Ganti Rugi
-
MotoGP Jepang: Marc Marquez Menang dan Pangkas Jarak, Tinggal Dua Poin dari Jorge Martin
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.