Sensus 'Stunting' Mulai Tahun Ini

Sabtu, 04 Feb 2023, 01:10 WIB

JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, mengatakan, sensus stunting mulai dilakukan tahun 2023. Hasil sensus nanti akan disandingkan dengan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2023.

"Tahun 2023 ini akan kita sandingkan jadi hasil dari SSGI seperti apa, hasil dari sensus atau pengukuran langsung seperti apa," ujar Menkes dalam Sosialisasi Kebijakan Intervensi Percepatan Penurunan Stunting tahun 2023, secara daring, Jumat (3/2).

Ket. Foto: Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin — Sumber: Antara

Dia mengatakan, langkah ini merupakan transisi untuk menyediakan data terkait stunting atau kondisi gizi sesuai dengan nama dan alamat (by name by address). Dia berharap, tahun 2024 sensus bisa dilakukan di semua daerah. "Kami harapkan ke depannya tahun 2024, kita lakukan. Tergantung kesiapan infrastruktur merata di seluruh provinsi," jelasnya.

Budi mengakui, belum semua daerah mampu melakukan sensus mengingat kondisi infrastruktur yang belum merata. Dalam penerapan sensus pada tahun 2024, baru akan dilakukan oleh daerah-daerah yang sudah maju dalam pengukuran stunting.

Dia menambahkan, pihaknya sudah menyalurkan alat-alat pengukuran stunting seperti alat timbangan ke daerah. Hanya saja, perlu metode pengukuran dan pelaporan yang sama dari para kader dalam penerapan sensus. "Harus dipastikan metode pengukuran dan pelaporannya harus sama. Kita harapkan tahun 2023 bisa kita rapikan sehingga nanti secepat mungkin masuk by name by address," katanya.

Menkes menerangkan, SSGI tetap dilakukan mengingat sudah berjalan selama 10 tahun lebih. Menurutnya, jika metode survei langsung diganti dengan sensus, maka berpotensi membingungkan masyarakat.

Dia menjelaskan, dalam SSGI, angka stunting di Indonesia turun dari 24,4 persen pada tahun 2021 ke 21,6 persen pada tahun 2022. Dia berharap tahun ini Indonesia bisa mengejar penurunan ke angka 17 persen. "Agar momentum dari 21,6 persen ke 14 persen bisa terjaga," tandasnya.

Sementara itu, Wakil Presiden Ma'ruf Amin mendukung pelaksanaan program cadangan pangan sebagai solusi atas permasalahan kekerdilan atau stunting. "Saya setuju sekali penanganan stunting itu menggunakan cadangan pangan yang kita punya," kata Ma'ruf Amin saat bertemu jajaran Dewan Pengurus Pusat Serikat Petani Indonesia (DPP SPI) di Istana Wapres, Jakarta, Jumat.

Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia Tahun 2022, angka prevalensi stunting di Indonesia masih berada di angka 21,6 persen. Oleh karena itu, Pemerintah menargetkan prevalensi stunting di 2024 menjadi 14 persen, sehingga perlu upaya percepatan pengentasan stunting, termasuk melalui peningkatan cadangan pangan bagi masyarakat Indonesia.

Lebih lanjut, Ma'ruf Amin menjelaskan saat ini Pemerintah mendorong peningkatan gizi masyarakat melalui konsumsi protein hewani. Hal itu sebagai salah satu upaya percepatan penurunan stunting. "Sekarang, Pemerintah mendorong protein hewani dan itu juga sekaligus mendorong peternakan kita tumbuh," ungkapnya.

Ketua Umum DPP PSI Henry Saragih mengatakan pihaknya akan terus mendukung upaya Pemerintah dalam kemajuan pangan Indonesia, khususnya bidang pengembangan kedaulatan pangan dalam negeri.

"Kegiatan-kegiatan utama adalah untuk reforma agraria dan kedaulatan pangan. Alhamdulillah, sesuai dengan program Pemerintah," kata Henry.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Muhamad Ma'rup

Berita Terbaru

Bupati Bogor Beri Kejutan! Tim Angklung HUT RI Diboyong Jalan-Jalan ke Taman Safari

Bikin Anak Pengungsi Tersenyum, Polri Gelar Trauma Healing Pascagempa Manggarai

Jonatan Nomor Satu Dunia Tunggal Putra Bulu Tangkis

Tebing Gunung Gajah, Menantang dan Keras Kepala tetapi Luar Biasa Indah

PSG Nyaris Tumbang, Dua Gol Ferran Torres Bawa Pulang Poin dari Rennes

Karhutla dan Asap Jadi Ancaman, Wamenko Dorong Penanganan yang Lindungi Kesehatan

Gagal Juara Bukan Akhir! Timo Apresiasi Mental Tangguh Timnya

Ratu Tisha Ungkap Mimpi Besar Timnas Indonesia: Harus Punya Mental Baja!

Tiongkok Mendadak Tunda Misi Bulan Chang’e-7, Ada Masalah Usai Roket Meledak

Antisipasi Gempa Susulan, Misa Digelar di Halaman Gereja

ISPA Jadi Keluhan Terbanyak di Pengungsian Gempa NTT, Posko Kesehatan Disiagakan

Kemarau Panjang, Debit Situ Cileunca Menyusut dan Ganggu Pasokan Air Bersih Bandung Raya

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.