Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Desainer Pemberontak Paco Rabanne Meninggal di Usia 88 Tahun

📅 Sabtu, 04 Feb 2023, 15:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Desainer Pemberontak Paco Rabanne Meninggal di Usia 88 Tahun Doc: AP
Ket. Paco Rabanne menjadi populer karena rancangan fesyen dari logam space age yang memberi kesan berani dan new edge di panggung peragaan busana.

PARIS - Paco Rabanne, desainer fesyen kelahiran Spanyol, yang terkenal dengan koleksi parfumnya, tutup usia pada Jumat (3/2). Lelayu itu dikabarkan oleh rumah mode Rabanne.

Rabanne menjadi populer karena rancangan fesyen dari logamspace ageyang memberi kesan berani dannew edgedi panggung peragaan busana.

"Rumah Mode Paco Rabanne menghaturkan penghormatan kepada desainer dan pendiri yang wafat pada usia 88 Tahun. Di antara tokoh fesyen paling berpengaruh pada abad ke-20, warisannya akan tetap lestari," kata perusahaan fesyen dan produk kecantikan, Puig, dalam pernyataannya.

Surat kabar Le Telegramme mengutip pernyataan Wali Kota Vannes David Robo, melaporkan bahwa Rabanne wafat di kediamannya di Kota Portsall, wilayah Britanny.

Rumah mode milik Rabanne akan memamerkan koleksinya di Paris dan dijadwalkan akan mengumumkan desain pakaian siap pakai dalam pekan fesyen pada 27 February hingga 3 Maret.

Rabanne terkenal sebagai desainer pemberontak. Kariernya moncer sejak berkolaborasi dengan Puig, perusahaan milik keluarga asal Spanyol. Puig juga memiliki sejumlah rumah mode, termasuk Nina Ricci, Jean Paul Gaultier, Carolina Herrera dan Dries Van Noten serta merek parfum seperti Byredo dan Penhaligon.

Salah satu parfum ikonik Rabanne adalah Calandre yang diluncurkan pada 1969 dan menjadi produk Puig pertama di Spanyol, Prancis dan Amerika Serikat, menurut Puig. Arti Calandre sebenarnya adalah "kisi-kisi yang bagian depan mobil yang melindungi radiator dan mesin. Namun, di tangan Rabanne, Calandre menjadi ikon kefemininan modern.

Lahir dengan nama Francisco Rabaneda y Cuervo pada 1934, desainer itu melarikan diri dari negara Basque Spanyol pada usia 5 tahun saat Perang Saudara Spanyol. Dia kemudian mengganti namanya menjadi Paco Rabanne.

Rabanne belajar arsitektur di Beaux Arts Academie di Paris sebelum beralih jurusan ke adibusana mengikuti jejak ibunya yang seorang perancang adibusana di Spanyol.

Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Ibu Negara Brigitte memberi penghormatan dengan menyebut "pekerja seni yang tidak biasa, yang menghembuskan angin pembaruan ke dunia adibusana," dalam pernyataan yang dirilis kantor Macron.

Dia pensiun pada 2000. Rumah modenya sempat absen menggelar peragaan busana selama lima tahun, dari 2006 hingga peragaan busana musim semi-musim panas 2012.

Presiden Asosiasi Desainer Fesyen Spanyol, Modesto Lomba, mengatakan Rabanne "meninggalkan jejak pada Lorong waktu. Jangan pernah melupakan bahwa dia orang Spanyol dan dia berjaya di dalam dan di luar Spanyol."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
Megapolitan
Daftar Lokasi Samsat Kelili...
Megapolitan
Urus SIM Tak Repot Lagi, Ad...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.