Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bulog Maksimalkan Penyerapan Beras Lokal di Musim Panen

📅 Jumat, 03 Feb 2023, 00:03 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Bulog Maksimalkan Penyerapan Beras Lokal di Musim Panen Doc: ANTARA/MUHAMMAD ADIMAJA
Ket. MAKSIMALKAN BERAS LOKAL I Pembeli beras mengecek kualitas beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Kamis (2/2). Bulog menyatakan akan memaksimalkan penyerapan gabah atau beras lokal untuk memenuhi stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

JAKARTA - Perum Bulog akan memaksimalkan penyerapan gabah atau beras lokal untuk memenuhi stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebanyak 2,4 juta ton. Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso (Buwas), dalam konferensi persnya di Jakarta, Kamis (2/2), mengatakan akan tetap mengutamakan produk dari dalam negeri.

"Menurut prediksi BPS dan Kementerian Pertanian, mulai pertengahan Februari sudah mulai ada panen di beberapa wilayah, sedangkan panen raya itu mulainya Maret," kata Buwas.

Penyerapan beras produksi lokal, lanjutnya, baru akan dilakukan pada April hingga Juni karena pada hasil panen raya di bulan Maret didahulukan untuk kepentingan penggilingan di setiap wilayah dan diserap terlebih dahulu untuk pasar dan pemenuhan kebutuhan rumah tangga.

"Dari target kita 2,4 juta itu, 70 persen harus bisa kita serap dari panen raya itu. Ada panen gadu nantinya, itu kita akan serap 30 persen," jelasnya.

Saat ini, Bulog telah memiliki stok sebanyak 594 ribu ton termasuk 200 ribu ton di antaranya merupakan beras impor yang tengah dalam perjalanan.

Sedangkan untuk menjaga harga stabil, Bulog, jelasnya, telah menggelontorkan 186 ribu ton beras untuk operasi pasar di seluruh Indonesia dengan menyalurkan beras dari program SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan).

"Bulog pun menjamin ketersediaan beras di masyarakat akan selalu stabil meskipun di pasar ada sedikit kenaikan harga," katanya.

Petani Harus Untung

Guru Besar Pertanian dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Dwijono Hadi Darwanto, mengatakan ada dua kepentingan yang harus dijaga pemerintah, dalam hal ini Bulog, yakni harga petani jangan sampai terlalu murah, tapi juga tidak boleh kelewat mahal sehingga inflasi naik tinggi yang akan memberatkan konsumen.

Dwijono sepakat agar penyerapan gabah petani dilakukan sejak Maret sampai April bertepatan dengan masa panen raya. Kalau itu dilakukan akan menguntungkan petani karena harga di tingkat mereka akan naik.

Sebaliknya, kalau penyerapan dilakukan sejak saat ini maka yang untung dan menikmati harga tinggi adalah pedagang karena petani sudah tidak punya beras, tapi gabah, sedangkan beras sudah ada di pedagang pada umumnya.

Kepala Pusat Pengkajian dan Penerapan Agroekologi Serikat Petani Indonesia (SPI), Muhammad Qomarunnajmi, mengatakan langkah Bulog meningkatkan serapan selama panen raya tak akan efektif tanpa menaikkan HPP.

"Hitungan kami setidaknya di harga 5.600 rupiah per kilogram untuk gabah kering panen (GKP)," kata Qomar.

Angka itu, terangnya, sudah mempertimbangkan sejumlah variabel seperti kenaikan biaya produksi, tren kenaikan harga dan dampak el Nino nanti di akhir tahun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.