Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

APBN Jadi Kunci Mitigas Krisis dan Ancaman Resesi

📅 Jumat, 03 Feb 2023, 09:37 WIB | Oleh:
APBN Jadi Kunci Mitigas Krisis dan Ancaman Resesi Doc: Istimewa

SURABAYA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan pemerintah berhasil menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai instrumen utama untuk melalui krisis kesehatan dan ekonomi saat pandemi Covid-19. Saat ini, pemerintah fokus melakukan pemulihan ekonomi pasca pandemi dan melewati ancaman krisis akibat dampak geopolitik di Ukraina.

"Sekarang ada (permintaan) transportasi, BBM, makan, tapi ternyata masyarakat belum siap normalisasi. Ada barang tapi tidak truk untuk mengangkut, orang mulai belanja, tapi di rak toko kosong barang, mau makan di restoran tapi restorannya hanya dibuka 25 persen. Sehingga ketika masyarakat ingin mengkonsumsi, barangnya belum siap, maka harga naik," ujarnya dalam Kuliah Umum bertema Ketahanan Ekonomi Dalam Perspektif Lokal, Nasional, dan Global di STKIP PGRI Sumenep, Madura, Jawa Timur, Kamis (2/2).

Dia menjelaskan, di sejumlah negara maju, terutama Amerika Serikat (AS), kenaikan inflasi direspons otoritas moneter dengan menaikkan suku bunga secara drastis. Pengetatan moneter melalui instrumen kenaikan suku bunga acuan itu dapat berdampak terhadal pelemahan ekonomi mereka. "Inilah yang disebutkan IMF tahun 2023 akan 'gelap' karena ada kenaikan suku bunga dan ekonomi melemah," ujarnya. Permasalahan lain, lanjutnya, perang antara Russia dan Ukraina berdampak ke seluruh dunia. Dampaknya, perang mendisrupsi gandum sehingga berdampak terhadap lonjakan harga pada produk turunannya.

"Maka kalau kita bicara tantangan dan ketahanan ekonomi nasional dan lokal terhadap berbagai goncangan global. Guncangannya bisa ekonomi, bisa geopolitik, bisa inflasi. Bisa juga dari sisi distrupsi akibat climate change, akibat teknologi digital, yang kemudian menimbulkan kerawanan pangan dan energi," jelasnya.

"Shock Absorber"

Untuk merespons kondisi tersebut, pemerintah Indonesia menggunakan instrumen fiskal atau APBN. Menurutnya, Indonesia berhasil memulihkan ekonomi dengan mendesain APBN yang fleksibel, responsif dan tepat sasaran. "Pada 2021-2022 ekonomi kita sudah mulai pulih. Bahkan, pada 2022, pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen," ungkapnya.

Menkeu menambahkan APBN 2022 menjadi instrumen pelindung masyarakat dan ekonomi dari guncangan yang datang tanpa bisa diprediksi, seperti gejolak harga energi dan pangan. APBN efektif menjadi shock absorber.

Sri Mulyani menjelaskan, jika defisit APBN dan utang naik, maka hal itu harus dijaga supaya tidak menimbulkan krisis keuangan. Karenanya, Indonesia bisa mengembalikan APBN dalam keadaan semula dalam waktu 2 tahun yang merupakan hasil kerja keras antara pemerintah dengan DPR.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.