Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jerman Tegaskan Tak Akan Kirim Pesawat Tempur ke Ukraina

📅 Senin, 30 Jan 2023, 09:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jerman Tegaskan Tak Akan Kirim Pesawat Tempur ke Ukraina Doc: AFP
Ket. File foto yang diambil pada 20 Agustus 2020 ini menunjukkan seorang pria memotret jet Eurofighter Angkatan Udara Jerman di landasan pangkalan udara Angkatan Bersenjata Jerman (Bundeswehr) di Noervenich, Jerman.

BERLIN - Kanselir Jerman Olaf Scholz menegaskan kembali pada Minggu (29/1) bahwa negaranya tidak akan mengirim jet tempur ke Ukraina. Kiev menyerukan permintaan senjata yang lebih canggih dari negara-negara Barat untuk membantu mengusir Rusia.

Pada Rabu lalu, Scholz menyetujui pengiriman 14 tank Leopard 2 ke Ukraina dan mengizinkan negara-negara Eropa lainnya untuk mengirim tank mereka, setelah perdebatan sengit berminggu-minggu dan tekanan dari sekutu.

"Saya hanya dapat menyarankan untuk tidak terus-menerus melakukan perang penawaran dalam hal sistem senjata," kata Scholz dalam sebuah wawancara dengansurat kabar Tagesspiegel .

"Jika, segera setelah keputusan (tentang tank) dibuat, debat berikutnya dimulai di Jerman, itu tidak dianggap serius dan merusak kepercayaan rakyat terhadap keputusan pemerintah."

Keputusan Scholz untuk mengirim tank tersebut dibarengi dengan pengumuman AS akan mengirim 31 tank Abrams.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy berterima kasih kepada Berlin dan Washington atas langkah tersebut, yang dipandang sebagai terobosan dalam upaya mendukung negara yang dilanda perang itu.

Tetapi Zelenskyy menekankan kembali bahwa Ukraina membutuhkan lebih banyak senjata berat dari negara sekutu NATO untuk menangkis pasukan Rusia, termasuk jet tempur dan rudal jarak jauh.

Scholz dalam wawancara tersebut memperingatkan agar tidak meningkatkan "risiko eskalasi". Moskow telah mengecam keras soal janji tank tersebut.

"Tidak ada perang antara NATO dan Rusia. Kami tidak akan membiarkan eskalasi seperti itu," katanya.

Kanselir menambahkan bahwa "perlu" untuk terus berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.Panggilan telepon terakhir antara para pemimpin terjadi pada awal Desember.

"Saya akan berbicara dengan Putin melalui telepon lagi," kata Scholz."Tapi, tentu saja, juga jelas bahwa selama Rusia terus mengobarkan perang dengan agresi yang tidak mereda, situasi tidak akan berubah."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.