Realisasi Anggaran PEN pada 2020-2022 Capai Rp1.645,45 Triliun
Jumat, 27 Jan 2023, 09:44 WIBJAKARTA - Pemerintah mengucurkan anggaran pemulihan ekonomi nasional (PEN) sebesar 1.645,45 triliun rupiah selama 2020-2022. Program Penanganan Covid-19 dan PEN didesain fleksibel dan akuntabel agar lebih responsif dan antisipatif untuk penanganan Covid-19 dan akselerasi pemulihan ekonomi.
"Anggaran ini merupakan bentuk kerja kita bersama dan kerja bersama kita," kata Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara dalam Rapat Koordinasi Nasional Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional di Jakarta, Kamis (26/1).
Dia memerinci pada 2020, anggaran PEN disalurkan sebanyak 578,85 triliun rupiah (sudah diaudit) yang meliputi anggaran kesehatan senilai 62,67 triliun rupiah, perlindungan sosial sebesar 216,59 triliun rupiah, program prioritas sebanyak 65,22 triliun rupiah, dukungan UMKM dan korporasi sebesar 172,99 triliun rupiah, serta insentif usaha senilai 58,38 triliun rupiah.
Kemudian di 2021, anggaran yang dikucurkan adalah sebesar 655,1 triliun rupiah (sudah diaudit) yang terdiri dari anggaran kesehatan senilai 198,1 triliun rupiah, perlindungan sosial sebesar 167,7triliun rupiah, program prioritas kementerian/ lembaga sebanyak 105,6 triliun rupiah, dukungan UMKM dan korporasi sebesar 116,2triliun rupiah, serta insentif usaha senilai 67,67 triliun rupiah.
Pada 2022, anggaran yang disalurkan melalui program PEN adalah sebesar 414,5 triliun rupiah (sementara) yang meliputi anggaran kesehatan sebesar 70,8 triliun rupiah, perlindungan masyarakat senilai 153,5 triliun rupiah, serta penguatan pemulihan ekonomi sebesar 190,2 triliun rupiah.
Bantalan Ekonomi
Berbagai kucuran dana PEN tersebut, kata Suahasil, menjadi dasar perekonomian Indonesia bisa tumbuh dengan baik. "Ketika kita ada di jurang bisa ditahan oleh PEN untuk tidak turun terlalu dalam dan kemudian kita naikkan lagi pertumbuhannya," ucap dia.
Menurut dia, angka pengangguran terbuka yang cukup tinggi pada 2020 pun berhasil diturunkan berkat program PEN, begitu pula dengan jumlah penduduk miskin yang sempat meningkat pada 2020. Dengan demikian, program tersebut bisa menurunkan tingkat kemiskinan di Indonesia akibat Covid-19 serta rasio gini yang mengukur kesenjangan, sehingga hal tersebut menjadi keberhasilan RI.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 Buka Peluang Bisnis Makanan dan Minuman Indonesia ke Pasar Global
-
Warga Demak Jangan Asal Pilih Investasi! Ini yang Perlu Diperhatikan
-
Pertamina Patra Niaga Balikpapan Salurkan Bantuan Masker dan Vitamin untuk Masyarakat
-
Menkeu Suahasil Beberkan Pembagian Tugas Tiga Wamenkeu, Ini Rinciannya!
-
Manfaatkan AI, UMKM Indonesia Mulai Perluas Pasar ke Malaysia dan Singapura
-
Popularitas Premier League Meningkat 20 Persen di Kalangan Anak Muda Amerika Serikat
-
Bukan Sekadar Parkir! Smart Parking Pangkalpinang Dongkrak PAD hingga Rp15 Miliar
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.