Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mantan Wali Kota Menjadi Tersangka Kasus Perampokan di Bekas Rumah Dinas Sendiri

📅 Jumat, 27 Jan 2023, 17:08 WIB | Oleh:
Mantan Wali Kota Menjadi Tersangka Kasus Perampokan di Bekas Rumah Dinas Sendiri Doc: Istimewa
Ket. Tersangka kasus perampokan Rumah Dinas Wali Kota Blitar, Samanhudi (tengah), dibawa oleh petugas, di Surabaya, Jumat (27/1).

SURABAYA - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim), pada Jumat (27/1) menetapkan mantan wali kota Blitar, M. Samanhudi Anwar, menjadi salah satu tersangka dalam kasus perampokan Rumah Dinas Wali Kota Blitar Santoso, yang terjadi akhir tahun lalu.

Kapolda Jatim, Irjen Pol Toni Harmanto, mengatakan, Samanhudi ditetapkan sebagai tersangka setelah Tim Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim melakukan penyelidikan dan pendalaman dari sejumlah tersangka.

"Dengan fakta, bukti-bukti, dan fakta hukum yang kita peroleh dan kami yakini sehingga kami memastikan yang bersangkutan sebagai tersangka dalam pencurian dan kekerasan di runah dinas," ungkap Toni kepada wartawan.

Dia menjelaskan bahwa dalam kasus ini, Samanhudi dijerat Pasal 56 KUHP tentang Pencurian dan Kekerasan di mana Samanhudi ditetapkan sebagai pelaku yang turut membantu.

Samanhudi yang pernah menjadi terpidana korupsi tersebut, bertemu dengan sejumlah tersangka yang ditangkap sebelumnya di Lapas Sragen, Jawa Tengah. Di lapas tersebut ia memberikan informasi tentang letak penyimpanan uang dan informasi waktu yang tepat untuk melakukan aksi perampokan.

Toni menolak bahwa mantan wali kota itu berperan sebagai otak dari kejahatan tersebut. "Ketagori dalam delik untuk pasal pencurian kekerasan 365 juncto Pasal 56 dari yang bersangkutan adalah pelaku yang membantu Pasal 56," ujarnya.

Sementara itu, Dirreskrimum Polda Jatim, Kombes Pol Totok Suharyanto, menjelaskan pertemuan Samanhudi dan beberapa tersangka terjadi pada Agustus 2020 - Februari 2021.

"Karena keterlibatan dalam memberi bantuan, S terancam hukuman 12 tahun penjara," terangnya.

Sebelumnya, rumah Dinas Wali Kota Blitar, yang saat ini dijabat oleh Santoso dirampok sekelompok orang tidak dikenal, Senin (12/12). Pelaku sempat menyekap Santoso beserta istri dan berhasil membawa sejumlah perhiasan dan uang senilai 400 juta rupiah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.