Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Geger Penemuan Jejak Harimau Sumatera di Ladang Warga

📅 Kamis, 26 Jan 2023, 18:18 WIB | Oleh:
Geger Penemuan Jejak Harimau Sumatera di Ladang Warga Doc: ANTARA/HO-Dokumen pribadi
Ket. Penemuan jejak Harimau Sumatera gegerkan warga Kabupaten Solok, Sumatera Barat.

SOLOK - Warga Kampung Jawa Jorong Bukit Gompong Nagari Koto Gadang Guguak, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, dikejutkan dengan penemuan jejak kaki harimau di ladang warga.

Menurut keterangan warga setempat, Rozi Eka Putra (37) di Talang, Kamis, menyebutkan penemuan harimau berawal dari beberapa warga yang akan berangkat menuju ladang dan menemukan dua ekor anjing peliharaan mereka mati.

"Dua anjing warga ditemukan mati, serta di sekitarnya ditemukan jejak harimau," katanya.

Akibatnya masyarakat mulai takut dan resah untuk berangkat menuju ladang.

Masyarakat pun menjadi takut ke ladang akibat penemuan jejak harimau tersebut, namun sudah ada imbauan dari perangkat nagari untuk meningkatkan kewaspadaan.

Sementara itu, Wali Nagari Koto Gadang Guguak Yulianir membenarkan bahwa adanya penemuan harimau tersebut dan saat ini sudah ada petugas BKSDA turun ke lokasi.

"Saat ini pemerintah nagari sedang berkoordinasi dengan BKSDA Sumbar terkait hal tersebut. Kami mendatangi lokasi di dampingi BKSDA untuk verifikasi juga identifikasi," katanya.

Lebih lanjut, ia mengimbau agar masyarakat lebih meningkatkan kewaspadaan dan lebih berhati-hati dalam beraktivitas di ladang.

"Kami juga mengimbau kepada warga untuk jangan dulu beraktivitas pada malam hari dan untuk mengantisipasi korban baik manusia maupun ternak," ucapnya.

Kepala BKSDA Sumbar Ardi Andono mengimbau agar warga tidak panik serta tidak keluar rumah dalam keadaan sendirian ketika setelah magrib hingga pagi hari dan harus bersamaan atau berombongan.

Selain itu, warga setempat juga diminta untuk menerangi rumah mereka mulai dari bagian luar hingga bagian dalam rumah. Hal itu bertujuan agar harimau tidak bersembunyi di rumah warga.

"Biasakan menggunakan bunyi-bunyian berupa petasan dan bunyian lainnya sehingga harimau tidak mau mendekat. Selain itu, hindari juga makanan yang berbau daging mentah agar harimau tidak mendekat," katanya.

Ia juga mengimbau agar warga jangan meninggalkan ternak maupun anjingnya di dalam kebun. Karena dapat memancing harimau untuk membunuh anjingnya karena naluri sesama predator adalah saling membunuh.

"Biasakan di kebun memasang lampu lentera atau api sehingga harimau itu menjauh dari kebun kita," ucap dia.

Selain itu, BKSDA Sumbar akan mengidentifikasikan jejak tersebut sesuai SOP dengan melakukan identifikasi jejak, pemetaan, memasang kamera trap, serta melakukan sosialisasi ke warga setempat.*

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Urus SIM Tak Repot Lagi, Ad...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.