- Home
-
- Megapolitan
-
- Mengenal Varietas Unggul C...
Mengenal Varietas Unggul Cakrabuana yang Jadi Andalan Banten
Kamis, 19 Jan 2023, 04:50 WIBPemerintah Kabupaten Lebak, Banten, mengembangkan benih varietas unggul Cakrabuana untuk mendukung swasembada beras dan peningkatan ekonomi petani. "Benih varietas unggul Cakrabuana tahun ini bisa dilakukan gerakan tanam oleh petani," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Produksi Benih Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan, Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Ade Fathony.
Keunggulan benih unggul Cakrabuana selain berasnya pulen dan beraroma, produktivitas juga bisa mencapai enam sampai tujuh ton gabah kering pungut (GKP) per hektare. Kelebihan lainnya, masa panen benih varietas Cakrabuana lebih awal dibanding varietas Infari 32 dan Ciherang.
Varietas unggul Cakrabuana hanya perlu waktu selama 85 hari setelah tanam (HST) bisa dipanen sehingga dapat menekan biaya produksi. Selain itu, benih varietas Cakrabuana bisa juga meningkatkan indeks pertanaman (IP) 4 kali musim panen dalam setahun. Benih ini juga tahan terhadap serangan organisme penyakit tanaman (OPT) dan serangan hama binatang.
Pengembangan benih bersertifikasi varietas Cakrabuana berhasil dikembangkan di Balai Benih Induk (BBI) Subang, Jawa Barat. Oleh karena itu, benih varietas Cakrabuana diharapkan ke depan menjadi andalan ekonomi petani, sehingga ketersediaan beras terus melimpah.
Saat ini, menurut Ade Fathony, benih Cakrabuana tengah memasuki panen di lahan UPTD Produksi Benih Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Bojongleles. "Tahun ini, kami mencoba memproduksi benih Cakrabuana untuk memenuhi ketersediaan beras dan kesejahteraan petani sesuai dengan program Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya," ujar Ade.
Sebelumnya, Banten memang mengandalkan sektor pertanian, khususnya padi sawah, sebagai andalan ekonomi. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Rahmat, yakin beras dapat menyejahterakan petani. Pemerintah daerah mengapresiasi target pencapaian produksi beras tahun 2022 sebanyak 300.194 ton.
Selama ini, sektor usaha pertanian memberikan multi-effect besar dalam meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat mulai petani, pemetik, buruh panggul, tengkulak, pengemudi, hingga pedagang pengecer. Masyarakat Kabupaten Lebak mengembangkan sektor pertanian karena didukung lahan begitu luas.
Bahkan,wilayah Kabupaten Lebak masuk daerah lumbung beras Banten dengan tanam seluas 110 ribu hektare, bisa tiga kali panen padi selama setahun. "Kami melihat usaha pertanian menyumbang besar pendapatan ekonomi masyarakat," jelas Rahmat.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Hari MRT 2026: Tarif Naik MRT Jakarta Hanya Rp243 pada 24 Maret
-
Perkuat Intervensi Gizi, Bapanas Akselerasi Implementasi Beras Fortifikasi
-
PLN Rampungkan Proyek Elektrifikasi Jalur Kereta di Malaysia Lebih Cepat
-
Italia Tarik Pasukan Perdamaian dari Timur Tengah
-
WALHI Kalbar Temukan 1.316 Titik Panas Karhutla di Lahan Gambut Sepanjang Februari 2026
-
Diskon Gila-gilaan 30 Persen, Pemudik Langsung Serbu Tol Cikampek, 60 Ribu Kendaraan Meluncur ke Jawa
-
Pasar Murah Lebak Diserbu Warga, Harga Beras hingga Minyak Goreng Lebih Murah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.