Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wamenaker Sebut IKN Ciptakan Banyak Peluang Kerja Baru

📅 Rabu, 18 Jan 2023, 01:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Wamenaker Sebut IKN Ciptakan Banyak Peluang Kerja Baru Doc: Antara
Ket. Ilustrasi IKN

PALANGKA RAYA - Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor mengatakan keberadaan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur menciptakan banyak kesempatan dan peluang kerja baru bagi masyarakat, baik pada sektor formal maupun non-formal.

"IKN akan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru, khususnya bagi Kalimantan Timur maupun daerah penyangga, seperti halnya Kalimantan Tengah. Efek berantai luar biasa, termasuk di bidang ketenagakerjaan," katanya di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Selasa (17/1).

Wamenaker menjabarkan kesempatan kerja baru yang akan tersedia sebagai dampak dari IKN ini diantaranya pada bidang pembangunan yakni infrastruktur dasar seperti pengerjaan jalan, bendungan, hingga bangunan.

Kemudian meliputi bidang lainnya, seperti properti berupa pembangunan perumahan, bidang transportasi berbasis energi listrik atau ramah lingkungan, bidang perhotelan atau hiburan seperti kafe, destinasi wisata, serta lainnya.

Hal itu dia sampaikan dalam kegiatan seminar nasional "Peluang Kerja Milenial pada Daerah Penyangga IKN Nusantara" bersama para mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Palangka Raya.

Dia menjelaskan pengembangan yang dilakukan pemerintah ke depannya tentu berdasarkan peningkatan daya saing sektor-sektor yang sudah berkembang di Kalimantan yang berorientasi teknologi tinggi dan berkelanjutan.

Lapangan pekerjaan akan ikut bertransformasi di masa perkembangan teknologi Industri 4.0, sehingga akan banyak pekerjaan tumbuh maupun hilang yang disebabkan perkembangan teknologi. "Kemahiran dalam dunia digital menjadi penting untuk dapat bekerja di smart city (kota pintar) di IKN," terang Afriansyah Noor.

Dikatakannya, kesiapan angkatan kerja Indonesia untuk menyongsong visi IKN sebagai "Kota dunia untuk semua" tentu belum memadai. Tingkat partisipasi angkatan kerja masih rendah yakni sekitar 68,63 persen atau 143,72 juta orang.

"Dari jumlah tersebut yang bekerja secara penuh, atau lebih dari 35 jam per minggu sekitar 92,63 juta orang dan masih ada sekitar 42,67 juta orang yang hanya bekerja di bawah 35 jam. Ini menunjukkan pemborosan sumber daya sehingga diperlukan solusi tepat," tutur Wamenaker itu.

Melihat banyaknya tantangan di sektor ketenagakerjaan, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) telah menyiapkan berbagai macam program pembangunan SDM. Kemenaker telah menyusun inovasi yang terdiri dari Sembilan Lompatan arah kebijakan ke depan, bertujuan memperbaiki kondisi dan ekosistem ketenagakerjaan secara menyeluruh.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Serangan Houthi Meningkat, ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

48 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.