Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kualitas Belanja Harus Ditingkatkan

📅 Rabu, 18 Jan 2023, 10:33 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Kualitas Belanja Harus Ditingkatkan Doc: ISTIMEWA
Ket. Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati

JAKARTA - Pemerintah daerah (pemda) serta kementerian dan lembaga diminta untuk tetap waspada, terutama terhadap ancaman geopolitik dan tidak melakukan korupsi dalam pengelolaan anggaran. Untuk itu, pemda dan kementerian perlu mengutamakan belanja produktif.

"Spending better belanja dan gunakan anggaran lebih baik itu akan memberikan dampak yang luar biasa, karena lebih dari 3.060 triliun rupiah akan dibelanjakan pada 2023. Tentu kita juga berharap seluruh pemerintah pusat dan daerah menjaga tata kelola dan tidak ada korupsi, sehingga ini akan bisa memberikan manfaat maksimal pada masyarakat," ujar Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kepala Daerah dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) tahun 2023 yang diselenggarakan di Sentul Internasional Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Selasa (17/1).

Dia mengingatkan perlunya beberapa perbaikan dari penggunaan APBN 2023 dan APBD 2023 untuk menjaga kinerja ekonomi, inflasi, sekaligus melindungi masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Selain itu, perbaikan juga perlu dilakukan dalam alokasi Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Otonomi Khusus (Otsus), Dana Insentif Daerah (DID), hingga dana istimewa berdasarkan formulasi dan dampaknya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat.

"Demikian juga untuk bantuan sosial. Pemerintah mengalokasikan 476 triliun rupiah di tingkat pusat, pemerintah daerah ada 19 triliun rupiah tahun lalu. Itu bisa memberi kombinasi supaya daya beli, kemiskinan ekstrem dan stunting bisa diturunkan secara cepat," terangnya.

Menkeu mengungkapkan peranan APBN secara optimal di dalam menjaga masyarakat dan ekonomi dari berbagai guncangan. Dalam hal ini, lanjutnya, kebijakan fiskal berfokus untuk stabilisasi harga dan melindungi daya beli masyarakat.

"Kita lihat di sini APBN mengalokasikan dari mulai anggaran ketahanan pangan 92,3 triliun rupiah dan tahun depan 104,2 triliun rupiah. Untuk subsidi dan kompensasi sehingga walaupun harga BBM kalau di luar negeri karena terjadinya perang di Ukraina itu meningkatnya bisa dua hingga tiga kali lipat, di Indonesia BBM kemarin naik 30 persen karena kita mengalokasikan subsidi kompensasi sebesar 551,2 triliun rupiah pada 2022, dan tahun ini 339,6 triliun rupiah," jelasnya.

Lebih lanjut, Menkeu menyebut dana transfer ke daerah juga berperan penting melindungi masyarakat dan mengendalikan inflasi. Dia menjelaskan, pada APBN 2022 terdapat kenaikan belanja negara sebesar 10,9 persen, termasuk di dalamnya dana transfer ke daerah yang naik sebesar 304,3 triliun rupiah dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, juga terdapat kenaikan pendapatan negara sebesar 30,5 persen atau 615 triliun rupiah, sehingga defisit APBN menurun menjadi sebesar 2,38 persen dari PDB.

"Ini jauh lebih kecil dari rencana awal yaitu 4,5 persen atau dalam hal ini defisit kita turun 310,7 triliun rupiah," ungkapnya.

Kualitas Belanja

Sementara itu, ekonom Universitas Indonesia (UI), Teuku Riefky, mendorong realisasi APBN lebih memprioritaskan belanja produktif. Hal itu juga sesuai dengan arahan Presiden. "APBN perlu terus ditingkatkan dari sisi quality spending," ungkap Riefky ketika dihubungi secara terpisah.

Menurutnya, hal itu penting karena ruang fiskal saat ini relatif terbatas. "Tanpa adanya spending untuk kebutuhan produktif maka sulit untuk kita bisa memiliki pertumbuhan ekonomi yang tinggi secara berkelanjutan," tandanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

30 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

38 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

38 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.