Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pertama dalam 60 Tahun, Populasi Tiongkok Anjlok

📅 Selasa, 17 Jan 2023, 20:54 WIB | Oleh:
Pertama dalam 60 Tahun, Populasi Tiongkok Anjlok Doc: AFP

BEIJING - Populasi Tiongkok menyusut pada tahun lalu, pertama kalinya dalam lebih dari enam dekade, berdasarkan data resmi pada Selasa (17/1). Penyusutan tersebut terjadi menyusul krisis demografi yang menghantam negara terpadat di dunia itu.

Negara berpenduduk 1,4 miliar ini telah melihat tingkat kelahiran turun ke rekor terendah seiring bertambahnya usia tenaga kerjanya, dalam penurunan cepat yang menurut para analis dapat menghambat pertumbuhan ekonomi.

Biro Statistik Nasional (NBS) Beijing melaporkan populasi Tiongkok daratan mencapai sekitar 1,41 miliar pada akhir 2022, turun 850.000 dari akhir tahun sebelumnya.

Jumlah kelahiran berada di angka 9,56 juta, kata NBS, sementara jumlah kematian mencapai 10,41 juta.

Populasi Tiongkok mengalami penurunan terakhir kalinya pada awal 1960-an, ketika negara itu berjuang melawan peristiwa kelaparan terburuk dalam sejarah modernnya. Musibah itu merupakan buntut dari kebijakan pertanian Mao Zedong yang dijuluki Great Leap Forward (Loncatan Besar ke Depan) yang menyebabkan kelaparan besar-besaran, dan menewaskan jutaan orang.

Tiongkok mengakhiri penerapan kebijakan satu anak pada 2016, setelah mulai diberlakukan pada era 1980-an karena kekhawatiran akan mengalami kelebihan populasi. Beijing mulai mengizinkan pasangan memiliki tiga anak pada 2021.

Namun, kebijakan tersebut gagal mengatrol angka demografis yang sudah terlanjur anjlok. Pemerintah Tiongkok terkenal dalam mengandalkan tenaga kerjanya yang berjumlah masif sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi.

"Populasi kemungkinan akan cenderung turun dari mulai sekarang ke tahun-tahun mendatang," kata Zhiwei Zhang dari Pinpoint Asset Management. "Tiongkok tidak dapat mengandalkan bonus demografi sebagai pendorong struktural untuk pertumbuhan ekonomi," imbuh dia.

Zhang menambahkan bahwa pertumbuhan ekonomi harus lebih bergantung pada pertumbuhan produktivitas, yang didorong oleh kebijakan pemerintah.

Banyak pemerintah lokal telah meluncurkan langkah-langkah untuk mendorong pasangan agar memiliki anak.

Kota Shenzhen, misalnya, sekarang menawarkan pemberian bonus kelahiran dan membayar tunjangan sampai anak berusia tiga tahun.

Pasangan yang memiliki bayi pertama secara otomatis menerima insentif sebesar 3.000 yuan atau setara dengan 6,7 juta rupiah, dan akan naik menjadi 10.000 yuan (22,4 juta rupiah) untuk anak ketiga mereka.

"Namun, orang Tiongkok terbiasa dengan keluarga kecil karena kebijakan satu anak selama puluhan tahun," ujar Xiujian Peng, seorang peneliti di Universitas Victoria Australia.

"Pemerintah Tiongkok harus menemukan kebijakan yang efektif untuk mendorong kelahiran, jika tidak, kesuburan akan turun lebih rendah lagi," tambah dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Pentagon Tutup Mulut soal E...
Megapolitan
Urus SIM Tak Repot Lagi, Ad...
Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.