- Home
-
- Luar Negeri
-
- Perkuat Pertahanan, Jepang...
Perkuat Pertahanan, Jepang dan India Mulai Latihan Jet Tempur Pertama di Dekat Tokyo
Selasa, 17 Jan 2023, 05:21 WIBTokyo - Jepang dan India, Senin, memulai latihan jet tempur bersama pertama mereka dekat Tokyo sebagai usaha untuk memperkuat hubungan pertahanan saat mereka menghadapi kekuatan militer China yang semakin meningkat di Indo-Pasifik, kata Kementerian Pertahanan Jepang.
Empat jet F-2 dan F-15 dari Angkatan Udara Jepang direncanakan bergabung ke dalam latihan tempur udara selama 11 hari di sekitar Pangkalan Udara Hyakuri di Prefektur Ibaraki, timur laut dari Tokyo, menurut kementerian tersebut.
Dari Angkatan Udara India, empat jet tempur SU-30MKI, dua pesawat angkut C-17, dan sebuah tanker pengisian bahan bakar udara IL-78 berpartisipasi, kementerian tersebut sampaikan.
Latihan tersebut ditunda karena pandemi virus corona, yang muncul sejak awal 2020.
Kegiatan itu disetujui oleh menteri luar negeri dan pertahanan kedua negara tersebut dalam pertemuan pertahanantwo-plus-twoperdana mereka di New Delhi pada November 2019.
Selain India, Jepang juga telah mengadakan latihan bilateral seperti itu dengan Amerika Serikat, Australia, Inggris dan Jerman, menurut kementerian Jepang.
Pasukan darat dan laut Jepang dan India telah mengadakan latihan bersama terlebih dahulu.
Jepang dan India membentuk kerangka pertahanan empat arah, yang dikenal sebagai the Quaddan juga melibatkan Amerika Serikat serta Australia.
Pengelompokan ini dianggap sebagai pengimbang China saat Beijing berusaha meningkatkan kekuatan militer dan ekonominya di kawasan tersebut.
Hubungan antara Jepang dan China telah memburuk karena beberapa isu, seperti klaim China terhadap beberapa pulau kecil yang dikendalikan Jepang di Laut China Timur.
Selain itu, kapal-kapal penjaga pantai China telah berulang kali memasuki perairan Jepang di sekitar Pulau Senkaku, yang China sebut sebagai Diaoyu.
Hubungan India dengan China juga masih tegang, terutama sejak bentrokan bersenjata pada Juni 2020 di sebuah daerah perbatasan Himalaya.
Dalam kejadian tersebut, 20 tentara India dan empat tentara China dilaporkan tewas. Bentrokan tersebut merupakan yang paling banyak menjatuhkan korban jiwa di antara kedua pasukan sejak 1975.
Pada Desember, perkelahian di perbatasan di antara kedua negara berujung pada cedera yang dialami kedua pihak, menurut media lokal India.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Jangan Lewatkan! Festival Pantai Wan Seri Beni Punya Daya Tarik Wisata yang Menggoda
-
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain
-
RUU Perampasan Aset Jangan Jadi Alat bagi Rezim Berkuasa
-
LRT Jabodebek Targetkan 30 Juta Penumpang pada 2026
-
TransNusa Buka Rute Jakarta-Lampung dan Lampung-Kuala Lumpur
-
Wisata Pantai di Gunung Kidul Makin Gampang, Kelok 23 Jadi Senjata Baru Lawan Kemacetan
-
15 Tahun Ditutup, Akses Jalan Lematang Gambir Dibuka Lagi, Warga Kini Bisa Lewat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.