Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

NATO Desak Sekutu Kirim Lebih Banyak Senjata Berat untuk Ukraina

📅 Selasa, 17 Jan 2023, 00:46 WIB | Oleh: Tim Penulis
NATO Desak Sekutu Kirim Lebih Banyak Senjata Berat untuk Ukraina Doc: ANTARA/REUTERS/Susana Vera
Ket. Arsip - Sekjen Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Jens Stoltenberg memberikan keterangan pers usai KTT NATO di Madrid, Spanyol, Rabu (29/6/2022).

Berlin - Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Jens Stoltenberg telah meminta negara-negara sekutu untuk mengirim lebih banyak senjata berat berlapis baja ke Ukraina, di tengah pertempuran antara pasukan Rusia dan Ukraina.

"Kita berada dalam fase perang yang penting. Kita sekarang melihat pertempuran sengit. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memberi Ukraina senjata yang dibutuhkan untuk dapat menang, dan bertahan sebagai negara merdeka," kata Stoltenberg dalam sebuah wawancara dengan harian Jerman Handelsblatt.

Pernyataan itu muncul menjelang pertemuan Menteri Pertahanan Amerika Serikat Lloyd Austin dan mitra-mitra Barat-nya akhir pekan ini untuk membahas pengiriman senjata berat tambahan ke Ukraina.

Stoltenberg menyambut baik pernyataan yang disampaikan AS, Inggris, dan Prancis untuk mengirim tank tempur dan kendaraan tempur lapis baja ke Ukraina.

"Komitmen senjata berat baru-baru ini penting, dan saya berharap lebih banyak (pengiriman senjata) dalam waktu dekat," tutur dia.

Austin akan menjadi tuan rumah pertemuan Kelompok Kontak Ukraina pada Jumat (20/1) di Pangkalan Angkatan Udara Ramstein di barat daya Jerman.

Meskipun telah berulang kali diserukan oleh mitra-mitra Barat-nya, pemerintah Jerman sejauh ini ragu-ragu untuk mengirimkan tank tempur Leopard 2 ke Ukraina.

Produsen senjata Jerman Rheinmetall mengatakan bahwa mereka dapat mengirimkan tank tempur utama Leopard 2 yang diperbarui ke Ukraina, paling cepat pada 2024.

Sementara Polandia telah mengumumkan niatnya untuk mengirim satu kompi tank Leopard 2 buatan Jerman ke Ukraina tahun ini.

Namun, pengiriman tank Leopard 2 membutuhkan persetujuan dari pemerintah Jerman.

Biasanya, pengalihan persenjataan produksi Jerman ke pihak ketiga harus disetujui oleh Berlin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Daerah
Bantul Raih TPAKD Award 202...
Megapolitan
Jakarta Kota Sinema Makin K...
Megapolitan
Usaha Pembangunan Jaya Jika...
Megapolitan
Dinkes: Ratusan Warga "Serp...
Nasional
Kemenbud Targetkan 7.000 Ca...
Megapolitan
DPRD dan Pemkot Bogor Berha...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.