Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kepala Desa se-Indonesia Tuntut Perpanjangan Jabatan Jadi Sembilan Tahun

📅 Selasa, 17 Jan 2023, 17:50 WIB | Oleh:
Kepala Desa se-Indonesia Tuntut Perpanjangan Jabatan Jadi Sembilan Tahun Doc: Istimewa.
Ket. Para kepala desa (Kades) dari Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah berjalan menuju Gedung DPR RI untuk menggelar aksi demonstrasi menuntut revisi UU Desa masuk prioritas dalam Prolegnas 2023 di Jakarta, Selasa (17/1). 

JAKARTA - Seribuan kepala desa (kades) dari berbagai daerah di Indonesia menuntut perpanjangan jabatan dari enam menjadi sembilan tahun saat menggelar unjuk rasa di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Jakarta, Selasa (17/1).

"Kami meminta revisi UU No 6/2014 tentang Desa secepatnya. Kades seluruh Indonesia ingin jabatan kepala desa sembilan tahun. Kami berharap Presiden RI dan Ketua DPR RI mengabulkan aspirasi kami," ujar Syarif Hidayat, Kepala Desa Krendowahono, Gondangrejo, Karangangar, Jawa Tengah saat di lokasi, Selasa (17/1).

Syarif menambahkan masa jabatan kades itu tertuang dalam pasal 39 dalam Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa.

"Sembilan tahun merupakan waktu yang cukup untuk bekerja dengan pihak terkait demi membangun desa," katanya.

Selain itu, pihaknya juga mengajukan beberapa tuntutan seperti mengembalikan wewenang penggunaan dana desa kepada desa hingga revisi UU Desa.

Setelah menggelar aksi demo sejak pagi, sekitar 50 perwakilan kepala desa diterima oleh perwakilan DPR yakni Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Supratman Andi Agtas dan Anggota Komisi II DPR RI, M. Toha.

Mereka menerima perwakilan kepala desa beserta tuntutannya itu ke dalam gedung parlemen. Beberapa saat setelah penerimaan itu, massa akhirnya membubarkan diri dengan tertib.

Baleg DPR RI akhirnya sepakat Revisi UU Desa masuk agenda Prolegnas 2023.

Sekitar pukul 13.30, banyak armada bus yang mengangkut kepala desa mulai meninggalkan kawasan Senayan, Jakarta Pusat.mad

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

29 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

38 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.