Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ratusan Rumah di Pesisir Pantai di Jeneponto Terancam Abrasi

📅 Senin, 16 Jan 2023, 12:39 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ratusan Rumah di Pesisir Pantai di Jeneponto Terancam Abrasi Doc: ANTARA/HO-Warga
Ket. Salah satu rumah warga yang terancam abrasi di Dusun Kalumpang Barat dan Dusun Bungung-bungung, Desa Bontosunggu, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Ahad (15/1/2023).

Makassar - Ratusan rumah warga yang berada di pesisir pantai, tepatnya di Dusun Kalumpang Barat dan Dusun Bungung-bungung, Desa Bontosunggu, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, terancam abrasi.

Kepala Desa Bontosunggu Kamiluddin melalui keterangandi Makassar, Senin menyebutkan abrasi ini sudah terjadi sejak puluhan tahun. Hingga sekarang, tanggul pemecah ombak yang diharap bisa menyelamatkan rumah warga belum dibuat pemerintah.

"Biasanya gelombang tinggi di sini, ini baru-baru terjadi setelah tahun baru ini sekitar 5 meter itu mencapai aspal," katanya.

Ia menjelaskan abrasi sudah mengikis tanah permukiman warga sejauh 10 meter dari permukaan laut. Bahkan, permukiman warga nyaris hilang akibat terkikis abrasi.

Terlihat permukiman warga yang berjejer di bibir pantai terancam rusak. Air laut sudah hampir mendekat ke rumah warga.

Guna memperkecil dampak abrasi tersebut, katanya, warga mengambil karung yang diisi dengan pasir kemudian disusun di belakang rumah sebagai tanggul pemecah ombak. Ada pula beberapa rumah warga yang diikat menggunakan tali sebagai alat penahan.

Kamiluddin mengatakan sebagai pemerintah desa, Ia mengaku tidak bisa berbuat banyak terkait kondisi ini. Sebab, pihaknya tak bisa membangun tanggul pemecah ombak menggunakan dana desa sebab anggarannya terbatas.

"Untuk sementara ini saya sebagai pemerintah desa tidak bisa menganggarkan dari dana desa karena dana desa terbatas, apalagi ini ada penurunan anggaran," katanya.

Ia khawatir, apabila abrasi ini terus mengikis tanah permukiman warga, maka akan berdampak fatal.

"Kalau tidak secepatnya ditangani, kemungkinan rumah warga hanyut kena abrasi," ungkapnya.

Bahkan, pihaknya juga kerap mengimbau warganya agar sementara waktu tidak pergi melaut apabila gelombang tinggi.

"Saya sudah imbau warga kalau tinggi gelombang bisa mengungsi dulu ke tetangga atau keluarga, karena ini tidak kita tahu kapan datang ombak besar," kata dia.

Oleh karena itu, ia membutuhkan infrastruktur tanggul pemecah ombak. "Saya berharap pemerintah pusat atau pemerintah daerah untuk membantu kami," demikian Kamiluddin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.