DKI Kembangkan Bertanam 'Smart Green'
Sabtu, 14 Jan 2023, 05:11 WIB | Oleh: Yohanes Abimanyu
Doc: ISTIMEWA/PPID DKI Jakarta
JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI menilai bahwa Agroeduwisata Ragunan adalah lokasi yang tepat sebagai contoh pemanfaatan lahan untuk kegiatan bercocok tanam, beternak, dan budi daya ikan secara terpadu menggunakan teknologi modern. "Ini juga sekaligus menjadi sarana edukasi dan wisata masyarakat Jakarta. Tanamannya cukup banyak dan sudah menggunakan sistem smart green," kata Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, di Jakarta, Jumat (13/1).
Heru mengatakan dengan adanya sisi wisatanya, anak-anak dapat lebih tertarik dan mengenal dunia berkebun. Sebab, berkebun juga akan mengajarkan tentang kesabaran dan ketekunan yang merupakan modal besar dalam kehidupan. Menurut Heru, DKI terus berkomitmen untuk bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat dalam upaya meningkatkan perekonomian dan ketahanan pangan.
"Sebab, jika Jakarta sukses mencetak generasi muda yang mampu menjaga ketahanan pangan maka dapat memberikan pengaruh positif pula bagi ketahanan pangan nasional," tutur Heru.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian, Suharini Eliawati, menambahkan, upaya mewujudkan ketahanan pangan akan terus dilakukan DKI Jakarta. Dia akan melibatkan berbagai stakeholder, termasuk anak-anak panti asuhan.
"Agroeduwisata Ragunan memang untuk masyarakat Jakarta dan sekitarnya belajar tentang pertanian," kata Suharini. Suharini mengatakan pemanfaatan lahan dengan penanaman, beternak, dan budi daya ikan dapat dilakukan secara terpadu seperti di Agroeduwisata Ragunan.
Lokasi seperti ini dapat menjadi percontohan pemanfaatan lahan secara optimal menggunakan teknologi modern sebagai sarana edukasi dan wisata masyarakat Jakarta. Sayang, luasnya hanya 2,5 hektare.
Pengunjung boleh membawa bibit-bibit tanaman untuk dikembangkan di daerahnya. "Kami selalu menyampaikan pekaranganmu itu sumber panganmu. Jadi, tidak ada kata tidak untuk melakukan pertanian. Lahan terbatas apa pun manfaatkan. Kami siap menyediakan bibitnya," ujar Suharini.
Menurut Suharini, di lahan seluas 2,5 hektare ini dapat panen buah-buahan 180 kg, sayuran 65 kg, jagung 50 kg, jamur tiram 15 kg, ikan 300 kg, telur 300 butir, dan susu 37.500 ml. Masyarakat dapat belajar menanam cabai, terong, dan tomat. DKI Jakarta terus berkomitmen meningkatkan perekonomian dan ketahanan pangan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!