Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Produksi Padi Banten Awal Tahun Aman

📅 Kamis, 12 Jan 2023, 21:10 WIB | Oleh:
Produksi Padi Banten Awal Tahun Aman Doc: ANTARA/Muhammad Bagus Khoirunas
Ket. Petani memanen padi di Cibadak, Lebak, Banten, Kamis (3/11).

SERANG - Kementerian Pertanian (Kementan) menjamin produksi beras/padi Provinsi Banten untuk awal tahun relatif aman. Ada sekitar 76.000 hektare lahan padi potensial panen. "Kita terus mendorong petani agar meningkatkan produksi," kata Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Suwandi, usai panen raya di Kabupaten Pandeglang, Rabu (11/1).

Berdasarkan Survei Kerangka Sampel Area (KSA) Badan Pusat Statistik (BPS) panen padi Provinsi Banten awal tahun seluas 76.000 hektare. Rinciannya, panen Januari seluas 18.000 hektare dan Februari seluas 58.000. Panen seluas 76.000 hektare itu dipastikan stok beras untuk konsumsi masyarakat Banten yang berpenduduk 13 juta lebihaman.

Kementan memberi apresiasi atas kerja keras Provinsi Banten, pemangku kepentingan dan kelompok tani untuk meningkatkan produksi maupun produktivitas pangan tersebut. Saat ini, Banten masuk daerah lumbung pangan dan menyumbang produksi beras tingkat nasional dengan peringkat ke delapan.

Namun demikian, Kementerian Pertanian terus memberi arahan untuk monitoring dan pengawalan kegiatan panen raya padi di awal tahun 2023 Januari hingga April. Puncak panen nasional tahun ini terjadi Maret-April. Namun awal tahun sangat luas, bahkan berdasarkan prognosa BPS luas panen padi Februari mencapai 1,4 juta hektare.

"Dari luas panen 1,4 juta hektare diperkirakan menghasilkan beras 4,3 juta ton. Salah satunya dari Pandeglang yang menjadi andalan sentra lumbung pangan Banten sebagai penyangga pangan Ibu Kota," jelas Suwandi. Dia mengatakan untuk menjaga dan meningkatkan ketersediaan beras nasional, Kementan mengawal panen padi sekaligus memastikan petani untuk kegiatan penanaman kembali.

Bantuan Benih

Selain pengawalan, Kementan memberi dukungan bantuan benih, pupuk, mekanisasi, penanganan pascapanen dan fasilitas permodalan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), juga mendorong gabah petani diserap Perum Bulog dengan tetap mendapat jaminan harga menguntungkan.

Untuk itu, Kementan mendorong optimalisasi areal tanam dan peningkatan produksi dengan menggunakan teknologi, salah satunya melalui Biosaka. Biosaka itu bukan pupuk, tapi merupakan elisitor yang menggunakan rumput sekitar. Fungsinya dapat menyuburkan lahan dan meminimalkan hama penyakit, sehingga mengurangi penggunakan pupuk kimia sampai 50 persen.

Sementara itu, Plt Gubernur Banten, Al Muktabar, menuturkan panen padi di awal tahun 2023 sangat melimpah dan mendorong Perum Bulog untuk menyerap gabah petani sehingga harga saat panen raya menguntungkan petani. Produksi padi Provinsi Banten khususnya Pandeglang tahun ini diperkirakan meningkat karena dukungan Kementan. Dukungan antara lain berupa bantuan saranan produksi dan teknolog pertanian.

Bupati Pandeglang, Irna Narulita, menambahkan, pemerintah daerah mengapresiasi Kementerian Pertanian tahun-tahun lalau sampai 2022 konsisten memabntu pembangunan pertanian, khususnya untuk meningkatkan produksi padi. "Saat ini, pertanian Pandeglang dalam kondisi apa pun tetap tangguh dan menjadi penopang kebutuhan pangan Ibu Kota Jakarta, setelah kebutuhan Banten terpenuhi," ujar Irna.

Pertanian Pandeglang menjadi contoh petani daerah lain. Kemarin panen raya padi di Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran. Produksi padi Pandeglang tahun ini melimpah dengan rata-rata produktivitas 6 ton gabah basah/hektare. "Berkat bantuan Kementan, hasilnya luar biasa hingga Banten masuk peringkat delapan produsen beras terbesar nasional," tandas Irna.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...

Pasar pangan murah menjangkau warga Jakarta

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...

Trisakti Bantu Warga Duri Kosambi Olah Sampah

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

2 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

2 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.