Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menanti Petunjuk Baru The Fed

📅 Rabu, 11 Jan 2023, 10:58 WIB | Oleh:
Menanti Petunjuk Baru The Fed Doc: ISTIMEWA

JAKARTA - Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dollar AS berpotensi melanjutkan pelemahannya, hari ini (11/1). Peluang tersebut makin terbuka apabila bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Fed kembali menunjukkan sikap hawkish, terkait kebijakan pengetatan moneter melalui instrumen kenaikan suku bunga acuan.

Analis Global Kapital Investama, Alwi Assegaf, menyatakan jika pidato Gubernur the Fed, Jerome Powell, kembali hawkish, dengan mengatakan suku bunga akan tetap tinggi untuk waktu lebih lama dalam upaya melawan inflasi di AS. Hal itu bisa mendorong kembali penguatan dollar AS sehingga bakal menekan kurs mata uang lain, termasuk rupiah.

Alwi memproyeksikan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Rabu (11/1), berada di kisaran 15.490-15.635 rupiah per dollar AS dengan kecenderungan melemah.

Sebelumnya, kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Selasa (10/1) sore, ditutup melemah seiring pelaku pasar yang menantikan pidato Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat (AS) the Federal Reserve. Rupiah ditutup melemah 8 poin atau 0,05 persen dari sehari sebelumnya menjadi 15.576 rupiah per dollar AS.

"Pelaku pasar nampak bersikap hati-hati menantikan pidato Jerome Powell," tulis Tim Riset Monex Investindo Futures dalam kajiannya di Jakarta.

Powell akan berpartisipasi pada panel diskusi simposium di Stockholms. Pelaku pasar menantikan pernyataan dari Powell yang mungkin menyinggung kebijakan the Fed ke depannya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

27 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

36 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.