Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Domba Bisa Jadi Alternatif Ternak Pasca-Wabah PMK

📅 Rabu, 11 Jan 2023, 16:46 WIB | Oleh:
Domba Bisa Jadi Alternatif Ternak Pasca-Wabah PMK Doc: Istimewa
Ket. Peternak dapat mempertimbangkan beberapa indikator seperti daya tahan hewan yang dipilih, biosecurity kandang dan vaksinasi.

SURABAYA - Walau kasus Penyakit kuku dan mulut (PMK) mulai melandai, sebagian peternak masih ragu dalam memulai kembali usaha budidaya ternaknya. Untuk itu, Pakar Peternakan dari Universitas Airlangga, Emy Koestanti Sabdoningrum, baru-baru ini menjelaskan, domba dapat menjadi alternatif hewan ternak pasca wabah karena telah terbukti tidak mengalami gejala PMK separah hewan kuku belah lainnya.

"Domba memiliki daya tahan tubuh lebih kuat dari sapi. Karena seperti yang dapat dilihat dampak PMK paling parah ada pada sapi," ungkapnya.

Menurut Emy, domba juga dapat masuk kategori sebagai hewan yang produktif. Selain sebagai penghasil bulu wol, domba dapat bermanfaat untuk dikembangkan, baik daging maupun hasil kotorannya.

Perhatikan Biosecurity

Dia menuturkan, perlu ada tindakan pencegahan dalam mengurangi risiko penularan penyakit menular lewat pengendalian biosecurity. Pengendalian paling utama adalah lewat pembatasan lalu lintas bagi manusia dan hewan yang masuk ke kandang. Hewan baru harus melewati karantina terpisah dari kandang utama.

"Lakukan pembatasan lalu lintas ternak, hanya yang dapat masuk kedalam kandang adalah anak kandang," tuturnya

Dosen Fakultas Kedokteran Hewan Unair tersebut mengatakan, dapat dilakukan pemagaran kandang untuk mencegah ada orang lain yang berpotensi membawa carier virus sehingga dapat menginfeksi ternak pada kandang. Selain itu, kebersihan kandang sangat penting dalam menjaga kesehatan ternak. Karena, kandang yang kotor dan lembab dapat menjadi sarang penyakit ternak.

Vaksinasi PMK

Dalam mengurangi potensi infeksi PMK pada masa yang akan datang. Vaksinasi penyakit mulut dan kuku mutlak wajib dilakukan kepada ternak yang dimiliki. Emy mengatakan, m vaksinasi dapat dilakukan pada domba yang sedang bunting dan anakan pada umur sapih.

"Vaksinasi dilakukan pada domba yang sedang bunting dan anakan pada umur sapih. Untuk yang baru lahir akan terbentuk antibodi dari vaksinasi induk yang bunting," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Serius Ada Cadangan Beras 4,8 Juta Ton? Kok Beras Tetap Mahal

48 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Serius Ada Cadangan Beras 4...

Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk Program Berani

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk...

Kasus Kapal Virgo, Empat Tersangka Ditetapkan

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kasus Kapal Virgo, Empat Te...
Advertisement
Impor Solar Indonesia Resmi Berhenti, Ternyata Ini Dampak Kebijakan B50

Impor Solar Indonesia Resmi Berhenti, Ternyata Ini Dampak Kebijakan B50

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.